Jakarta: Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menyelenggarakan penganugerahan PIKI Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi figur-figur yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. Keberhasilan ajang perdana ini memicu optimisme untuk menjadikannya sebagai program rutin tahunan organisasi.
“Kami rencananya mengadakan acara ini setiap tahun dan ini adalah yang pertama. Dan kami yakin tahun depan dengan arahan ketua umum (Maruarar Sirait), pasti lebih banyak lagi orang-orang yang akan didaftarkan untuk menjadi calon,” kata Wakil Ketua Umum DPP PIKI Binsar Pakpahan di Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pihaknya akan melibatkan lebih banyak masyarakat luas pada masa mendatang mengingat tingginya antusiasme serta respons positif dari publik dalam pelaksanaan tahun ini. Hal ini membuka kesempatan bagi sosok-sosok yang belum tersorot untuk mendapatkan apresiasi.
“Karena setelah melihat apa yang terjadi pada tahun ini, mungkin tahun depan orang akan banyak mengirimkan calon-calon, kandidat-kandidat yang tersembunyi,” ujar Binsar.
Selain mengemas penganugerahan secara lebih meriah, Binsar menekankan tujuan utama dari kegiatan ini tetap berfokus pada pencarian sosok keteladanan bagi bangsa Indonesia. Kehadiran para penerima penghargaan diharapkan mampu menjadi inspirasi generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial.
“Jadi tahun depan pasti akan lebih semarak lagi, akan lebih meriah lagi. Tapi lebih penting lagi, seperti tadi saya katakan, kita mencari teladan, kita mencari sinar yang menerangi bangsa yang mungkin memerlukan orang-orang yang berprestasi, orang-orang menjadi inspirasi,” terang Binsar.
Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) memberikan apresiasi kepada individu dan yayasan yang berkontribusi nyata bagi masyarakat dalam ajang PIKI Awards 2026 Dok. Metro TV
Binsar menjelaskan panitia penyelenggara telah melalui tahapan penjurian ketat selama berbulan-bulan. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan puluhan juri berkompeten di setiap kategorinya.
“Jadi proses seleksinya berlangsung selama dua bulan, kami bertanya kepada juri-juri,” tutur Binsar.
Demi menjaga kredibilitas dan keabsahan pemenang, sistem penilaian akumulatif diterapkan secara objektif dan bebas dari segala bentuk campur tangan.
“Dari satu kategori itu bisa ada 30 sampai 40 juri. Lalu nilainya diakumulasi dan dapatlah mereka yang menang. Dan tidak ada intervensi dari siapa pun, dari PIKI tidak ada intervensi, kami betul-betul menerima blind result,” jelas Binsar.
Baca Juga :
PIKI Awards 2026 jadi Wadah Penghargaan bagi Tokoh Inspiratif
Sebelum nama-nama pemenang diumumkan secara resmi ke publik, panitia memverifikasi rekam jejak secara menyeluruh terhadap para kandidat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para calon penerima penghargaan tidak memiliki catatan hukum atau keterlibatan dalam tindakan kriminal.
“Yang pasti kami lakukan adalah waktu itu memeriksa apakah ada misalnya kriminal, background check ya,” kata Binsar.
Dalam agenda itu, PIKI memberikan 10 penghargaan. Beberapa di antaranya kategori tokoh toleransi, tokoh kebudayaan, tokoh lingkungan hidup, tokoh pemberdayaan UMKM, dan tokoh pendidikan.
(Afifah Alfina)





Komentar (0)