Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, 1.300 Penari Berpendar di Banyuwangi

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Tari kolosal Gandrung Sewu 2026 tampil dengan wajah baru. Untuk pertama kalinya, festival budaya tahunan Banyuwangi ini digelar pada malam hari dengan memadukan tari tradisional, kostum berpendar, tata cahaya modern, hingga pertunjukan drone fireworks di Pantai Marina Boom, Sabtu (24/10/2026).

Sekitar 1.300 penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia tampil membawakan tema Kembang Dermo.

Perpaduan gerakan tari yang dinamis, iringan musik tradisional, serta efek cahaya menciptakan suasana teatrikal yang memikat puluhan ribu penonton yang memadati kawasan pantai.

Konsep glow in the dark menjadi salah satu daya tarik utama Gandrung Sewu tahun ini. Mahkota atau omprog, sampur atau selendang, hingga kipas yang digunakan para penari dirancang dengan material yang dapat memantulkan cahaya. Efek tersebut diperkuat dengan penggunaan body painting berbahan fosfor pada tubuh dan busana penari.

Hasilnya, gerakan para penari terlihat semakin ekspresif ketika berpadu dengan tata cahaya yang dirancang khusus untuk pertunjukan malam hari.

Inovasi ini memberikan pengalaman visual berbeda tanpa meninggalkan karakter utama tari Gandrung sebagai identitas budaya Banyuwangi.

Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, perubahan konsep tersebut merupakan upaya menghadirkan seni tradisi dalam format yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya. Di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi. Ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda. Karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai, dan diberi ruang untuk berkembang,” ujar Ipuk dalam keterangan resminya, Minggu (25/10/2026).

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-14, Gandrung Sewu menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan inovasi pertunjukan.

Teknologi digunakan untuk memperkuat daya tarik visual, sementara nilai tradisi tetap menjadi fondasi utama pementasan.

Pertunjukan dibuka dengan teaterikal Meras Gandrung yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan seorang penari Gandrung profesional.

Segmen ini menjadi pengantar untuk mengenalkan proses dan nilai budaya yang melekat pada kesenian khas Banyuwangi tersebut.

Kemegahan acara berlanjut saat formasi drone fireworks menghiasi langit Pantai Marina Boom. Ratusan titik cahaya bergerak membentuk visual Gandrung, Gunung Ijen, dan sejumlah simbol yang merepresentasikan identitas Banyuwangi.

Ipuk mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026, termasuk InJourney yang turut mendukung penyajian konsep baru pada festival tersebut.

“Terima kasih atas dukungan InJourney, yang telah mendukung Banyuwangi sehingga Gandrung Sewu bisa tampil dengan berbeda. Juga kepada penari, pelatih dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gandrung Sewu tahun ini,” kata Ipuk.

Maya Watono Direktur Utama InJourney menilai kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi besar untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Lewat kolaborasi di event ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia. Saya rasa pertunjukan malam ini luar biasa,” ujar Maya.

Dia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir langsung di Pantai Marina Boom untuk menyaksikan format baru Gandrung Sewu yang digelar pada malam hari.

Gandrung Sewu 2026 ditutup dengan penampilan musisi Kunto Aji dan grup musik Project Pop. Sebelum pagelaran dimulai, Kunto Aji turut membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya. (saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Survei Voxpol: CKG dan Sekolah Rakyat Dinilai Paling Bermanfaat Bagi Masyarakat
• 6 jam lalu
0
thumb
Tekan Polusi dan Suhu Panas Jakarta, BMKG Gelar OMC Tabur 4 Ton Garam
• 14 jam lalu
0
thumb
Pemkot Malang minta kepolisian selidiki kebakaran TPA Supit Urang
• 5 jam lalu
0
thumb
Makassar Segera Punya Dua Stadion Calon Kandang PSM: Setelah Sudiang Kini Stadion Untia Berkapasitas 15 Ribu Penonton Dipastikan Dibangun
• 1 jam lalu
0
thumb
Klasemen Liga Inggris 2026-2027: Arsenal Tempel Manchester City, Chelsea Terancam Terlempar dari Empat Besar
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.