Moms, pernah menghadapi anak yang menolak disuapi menggunakan tangan atau sendok, tetapi justru mau makan jika menggunakan mainannya? Situasi ini dialami seorang ibu yang membagikan pengalamannya melalui akun Threads @mibraf13.
Dalam unggahannya, ia memperlihatkan momen saat anaknya tidak mau disuapi menggunakan tangan maupun sendok. Akhirnya, ia menggunakan mainan anak, seperti mobil-mobilan dan bola, untuk menyuapinya.
Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa perilaku seperti ini masih bisa dibilang wajar pada anak balita, terutama usia 1–3 tahun.
“Di usia ini, anak sedang senang-senangnya bereksplorasi, meniru, dan mencoba hal baru,” jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Kamis (22/10).
Menurutnya, bagi anak, makan bukan sekadar aktivitas untuk mengisi perut, tetapi juga bisa menjadi kegiatan bermain. Anak mungkin ingin membawa benda kesukaannya ke meja makan, bosan dengan cara makan yang biasa, atau ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah bisa menentukan pilihan sendiri.
Oleh karena itu, orang tua tidak perlu langsung menganggap perilaku tersebut sebagai masalah. Namun, keinginan anak tetap perlu diarahkan agar ia terbiasa menggunakan alat makan yang sesuai.
“Memahami keinginan anak bukan berarti kita harus membenarkan semua caranya. Kita boleh mengikuti minat anak, tetapi tetap perlu memberikan batasan yang aman,” tuturnya.
Risiko Menyuapi Anak Menggunakan MainanMeski anak menjadi lebih mudah makan ketika disuapi menggunakan mainan, orang tua sebaiknya tidak menjadikan cara ini sebagai kebiasaan.
dr. Aisya juga menjelaskan, jika bola menyentuh makanan yang kemudian masuk ke mulut anak, ada risiko kontaminasi kuman. Kuman tertentu dapat menyebabkan infeksi saluran cerna, misalnya diare. Apalagi, permukaan bola yang bertekstur dan memiliki alur bisa menjadi tempat menempelnya kotoran sehingga lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh.
Selain itu, bola basket tidak dirancang untuk menggantikan sendok. Ukuran dan bentuknya tidak sesuai untuk menyuapi anak sehingga berpotensi membuat proses makan menjadi tidak higienis dan tidak aman. Anak juga berisiko mengalami benturan atau cedera jika bola bergerak secara tidak terkontrol saat makan.
“Bukan berarti setiap anak yang makan menggunakan bola pasti akan sakit, ya. Namun, risikonya tidak perlu diambil karena ada pilihan yang jauh lebih aman,” tegasnya.
Cara Membiasakan Anak Makan Menggunakan Sendok1. Pilih sendok dengan desain menarik
Jika anak tertarik pada benda berwarna cerah atau karakter tertentu, orang tua bisa memilih sendok khusus anak dengan desain yang menarik agar ia lebih tertarik menggunakannya.
2. Berikan contoh kepada anak
Anak belajar banyak dengan meniru orang tua. Cobalah makan bersama sambil menunjukkan cara menggunakan sendok. Cara ini bisa lebih efektif daripada terus-menerus menyuruh anak makan menggunakan alat makan.
3. Beri kesempatan anak makan sendiri
Tidak masalah jika makanan masih berantakan atau anak belum terlalu terampil menggunakan sendok. Pada usia balita, kemampuan makan secara mandiri masih berkembang. Orang tua bisa mendampingi sambil memberikan kesempatan kepada anak untuk berlatih.
4. Hindari memaksa anak saat makan
Jangan menjadikan waktu makan sebagai ajang tarik-menarik. Hindari memarahi, mengancam, atau memaksa anak membuka mulut. Tetap tenang, berikan batasan yang jelas, dan lakukan pembiasaan secara konsisten.
dr. Aisya menekankan pentingnya menerapkan prinsip responsive feeding, yaitu orang tua menciptakan suasana makan yang nyaman dan merespons kebutuhan anak, sambil tetap memberikan batasan yang aman. Dengan begitu, anak bisa belajar menikmati waktu makan sekaligus membangun kebiasaan makan yang lebih baik tanpa harus merasa tertekan.






Komentar (0)