JAKARTA, KOMPAS.TV – Pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai beban bagi Presiden Prabowo Subianto menuai perhatian.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai, PDI Perjuangan mulai mengambil sikap di tengah meningkatnya desakan publik yang mempersoalkan posisi Gibran.
“Dengan cara begini juga menurut saya pada tingkat tertentu mereka sedang mengingatkan Presiden alias memperlihatkan hubungan mereka yang lebih terbuka juga dengan Presiden. Bahwa hubungan dengan Presiden itu tidak terganggu sekalipun mereka memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan wakil presiden,” ujar Ray di Kompas Petang, Minggu (25/10/2026).
Sementara itu, Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pajung menilai pernyataan PDI Perjuangan mengenai Gibran memiliki motif politik untuk memecah kekuatan antara Prabowo, Joko Widodo, dan Gibran.
“Ketika Hasto mengatakan bahwa ini menjadi beban bagi Pak Prabowo, sebenarnya itu mau, istilahnya, politik belah bambu. Satu diinjak, satu dipeluk. Seolah-olah memeluk Pak Prabowo, seolah-olah memberi support kepada Pak Prabowo. Padahal sebenarnya ada motif politik di belakang layar untuk memecah kekuatan Prabowo-Gibran atau Prabowo-Jokowi,” kata David.
David berpandangan, upaya memisahkan Prabowo dari Gibran dan Jokowi merupakan bagian dari persaingan politik menuju Pemilu 2029.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- jokowi
- prabowo
- gibran
- isu ijazah






Komentar (0)