Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, PM Singapura tak Tinggal Diam Minta Importir Ambil Langkah

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

SINGAPURA – Singapura meminta semua pihak untuk menghormati komitmen yang telah dibuat dalam kontrak komersial. Pihak importir gas negara tersebut akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak serta kepentingannya.

Demikian pernyataan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong merespons keputusan Indonesia untuk memangkas pengiriman gas ke Singapura.

Baca Juga
  • Orang Meninggal Kian Sulit Dikubur, Ikama Dorong Wakaf Pemakaman Warga Jakarta
  • Menag Dukung Gerakan Selasa Bersarung di Kemenag
  • Debat Panas Rocky Gerung dan Mahasiswa

Saat berbicara dalam konferensi PAP pada Ahad (25/10/2026), ia mencatat bahwa sehari sebelumnya, Indonesia telah mengumumkan pengurangan ekspor gas ke Singapura.

Ia menambahkan, sebagian besar listrik di Singapura saat ini dihasilkan dengan menggunakan gas alam, dan sebagian pasokan gas tersebut diimpor melalui pipa dari Indonesia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kami mengharapkan semua pihak untuk memenuhi komitmen mereka, dan pihak pengimpor gas Singapura akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi hak serta kepentingannya berdasarkan kontrak-kontrak tersebut,” ujar PM Wong.

Indonesia menyatakan akan memangkas ekspor gas alam ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) mulai 24 Oktober. , Langkah ini digambarkan sebagai bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai ketahanan energi.  Sejatinya menurut media Singapura, komitmen kontrak baru habis pada 2028.

Pengurangan ini berdampak pada pasokan gas yang disalurkan melalui pipa dari Natuna dan Sumatra. Regulator hulu minyak dan gas Indonesia, SKK Migas, menyatakan bahwa pemangkasan tersebut hanya akan berdampak pada Singapura karena pipa ekspor yang bersangkutan terhubung langsung ke negara kota tersebut.

Dalam pidatonya, PM Wong mengatakan bahwa Singapura telah bersiap menghadapi risiko-risiko semacam itu. Mereka telah berinvestasi pada terminal gas alam cair untuk mengimpor gas alam dari berbagai negara, tanpa harus bergantung pada jaringan pipa.

“Hal ini memberi kita lebih banyak pilihan untuk menangani gangguan apa pun terhadap pasokan gas kita,” tambahnya.

PM Wong menyatakan bahwa negara ini juga harus melihat melampaui gas alam dan membutuhkan sumber energi yang lebih bersih untuk menyediakan listrik yang andal sepanjang waktu.

"Itulah sebabnya Singapura tengah mengkaji secara serius potensi energi nuklir," ujarnya.

Perdana Menteri mengakui adanya kekhawatiran mengenai keselamatan tenaga nuklir, mengingat luas wilayah Singapura yang kecil dan populasinya yang padat.

“Kami menanggapi kekhawatiran tersebut dengan sangat serius. Keselamatan harus diutamakan. Namun, kita tidak boleh mengesampingkan suatu pilihan hanya karena pilihan tersebut sulit atau kontroversial,” katanya.

“Kita harus menilai risiko dan konsekuensi yang menyertainya secara cermat, melibatkan masyarakat Singapura, dan pada akhirnya mengambil keputusan yang tepat untuk mengamankan masa depan energi kita.”

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyelundupan 1 Ton Ketamin Terbongkar, Dasco Sebut Narkoba Merusak Kreativitas Anak Bangsa
• 19 jam lalu
0
thumb
5 Kebiasaan saat Akhir Pekan yang Bikin Hari Kerja Terasa Lebih Berat
• 2 jam lalu
0
thumb
Bupati Hamid Luncurkan Aplikasi Bondowoso Berkah, Jadi Etalase UMKM hingga Destinasi Wisata
• 18 jam lalu
0
thumb
Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda
• 21 jam lalu
0
thumb
BPK Ungkap Fathan Subchi Wafat saat Jalankan Tugas Pemeriksaan di Moskow
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.