Kemnaker Ingatkan Pekerja Waspadai Penipuan BSU Lewat WhatsApp

suarasurabaya.net
13 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan masyarakat, khususnya para pekerja, agar mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Modus penipuan itu antara lain menggunakan tautan palsu yang disebarkan melalui WhatsApp, maupun pesan langsung di media sosial.

Indah Anggoro Putri Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker meminta, pekerja tidak sembarangan mengklik tautan atau memberikan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), kepada pihak yang tidak terverifikasi.

“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” kata Indah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/10/2026) yang dikutip Antara.

Menurut Indah, pelaku penipuan biasanya menyebarkan pesan berantai melalui WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) yang berisi tautan untuk mengakses bantuan.

Pekerja diminta waspada apabila tautan itu mengarahkan pengguna untuk mengisi data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU melalui prosedur yang tidak jelas.

Indah juga mengingatkan bahwa penggunaan logo Kemnaker pada pesan maupun situs tertentu tidak menjamin informasi tersebut berasal dari pemerintah. Karena itu, masyarakat disarankan memeriksa informasi BSU melalui kanal komunikasi resmi Kemnaker atau laman https://bsu.kemnaker.go.id.

Apabila laman itu belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi.

Kemnaker turut membagikan sejumlah langkah untuk melindungi pekerja dari pencurian data pribadi melalui modus penipuan BSU.

Pertama, pekerja perlu memeriksa alamat situs secara teliti sebelum mengeklik tautan maupun memasukkan data pribadi. Kedua, jangan pernah memberikan kode One Time Password (OTP), PIN, atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas Kemnaker.

Ketiga, masyarakat diminta tidak membayar biaya apa pun kepada pihak yang menjanjikan pencairan bantuan. Keempat, apabila menemukan informasi atau tautan yang mencurigakan, pekerja disarankan segera menutupnya dan melakukan pengecekan melalui kanal resmi Kemnaker.

Indah menegaskan, kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi maupun kerugian akibat penipuan yang mengatasnamakan program pemerintah.

Ia menambahkan, Yassierli Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) juga telah meminta jajaran Kemnaker meningkatkan antisipasi terhadap berbagai modus penipuan tersebut.

“Bapak Prof. Yassierli Menaker selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” kata Indah. (ant/bil/iss)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penggunaan vape bisa sebabkan cedera paru-paru
• 13 jam lalu
0
thumb
Modus Mengaku Polisi dan Anggota BNN, 3 Pria Pencuri Ditangkap di Kabupaten Bandung | BORGOL
• 6 jam lalu
0
thumb
Dituduh Netizen Pakai APBD untuk Umroh, Bupati Karawang Om Zein: Ini Perbuatan Tidak Menyenangkan
• 1 jam lalu
0
thumb
Anak Minta Disuapi Pakai Mainan, Dokter Ingatkan Risikonya
• 9 jam lalu
0
thumb
Hasil UFC 333: Hajar Movsar Evloev Sampai TKO, Alexander Volkanovski Pertahankan Gelar Kelas Bulu
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.