Bantu Regenerasi Petinju Kelas Berat, PERTINA Apresiasi Perhatian Presiden Prabowo pada Gizi Anak

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). PERTINA berharap program tersebut dapat mendukung tumbuh kembang generasi muda sekaligus upaya jangka panjang regenerasi atlet tinju Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PERTINA, Shelly Selowati H. Soejono, yang menyebut bahwa pencarian calon petinju kelas berat masih menjadi tantangan dalam pembinaan di berbagai daerah. 

Adanya MBG pun diharapkan bisa mendukung pemenuhan gizi anak dapat turut membuka peluang bagi lahirnya lebih banyak petinju kelas berat di Tanah Air.

Shelly yang juga merupakan mantan Director of IBA, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak atlet tinju di kelas ringan. Sementara itu, menemukan bibit petinju kelas berat dengan potensi fisik yang sesuai bukan perkara mudah.

“Dalam tinju, kelas pertandingan ditentukan berdasarkan berat badan. Namun, untuk kelas berat, kami juga melihat postur dan tinggi badan sebagai bagian dari potensi atlet. Dari pengalaman pembinaan, mencari bibit kelas berat yang baik masih menjadi tantangan bagi PERTINA,” kata Shelly.

Tantangan serupa juga dihadapi dalam pencarian petinju kelas berat putri. PERTINA berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh dukungan gizi yang baik sejak dini, termasuk melalui program MBG, agar dapat tumbuh sehat dan memiliki kesempatan mengembangkan potensi di bidang olahraga.

“Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kami berharap program ini membawa manfaat bagi anak-anak. PERTINA merasakan langsung sulitnya mencari bibit petinju kelas berat,” tambahnya.

“Semoga dukungan gizi yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak dan, dalam jangka panjang, membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang memiliki potensi menjadi atlet,” ucap dia.

Wakil Ketua Umum PERTINA, Shelly Selowati H. Soejono bersama para petinju muda Indonesia.
Sumber :
  • Pertina

Shelly turut menjelaskan bahwa pemenuhan gizi bukan satu-satunya faktor penentu lahirnya atlet berprestasi. Bakat olahraga juga perlu dikenali dan dikembangkan melalui latihan, pendampingan, serta sistem pembinaan yang sesuai dengan usia dan kondisi anak.

Seingga PERTINA berperan menemukan dan mengembangkan calon petinju dari berbagai daerah melalui pembinaan hingga tingkat akar rumput. Upaya tersebut penting untuk memperluas regenerasi atlet, terutama di kelas-kelas pertandingan yang masih kekurangan bibit potensial.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Garuda Institute Dukung Pembenahan BUMN, Efisiensi Harus Berpihak Kepentingan Publik
• 36 menit lalu
0
thumb
Populer: Kata MSCI soal Downgrade Pasar Modal RI; SKK Migas Pangkas Ekspor Gas
• 13 jam lalu
0
thumb
‎Chery Pamer Teknologi Cas Mobil Listrik Super Cepat, Cuma 5 Menit Bisa Tempuh 500 Km
• 2 jam lalu
0
thumb
Gubernur Sulut ungkap rencana Prabowo bangun arena pacuan kuda
• 19 jam lalu
0
thumb
Konser Kanye West Tuntas, Pramono: Desember Ada BTS, Januari Westlife
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.