Manado (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengatakan Presiden Prabowo Subianto berencana membangun gelanggang pacuan kuda berskala internasional di provinsi tersebut untuk mendukung pengembangan olahraga berkuda.
"Lima hari yang lalu saya dipanggil Pak Presiden ke Hambalang. Salah satu bahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda berskala internasional di Sulut," kata Yulius di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sabtu.
Menurut Yulius, rencana tersebut menjadi kabar baik bagi komunitas pacuan kuda di Sulawesi Utara, terutama para peternak, pemilik kuda, joki, dan pelatih.
Ia menyampaikan hal itu seusai Sulawesi Utara meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Tahun 2026.
Sulawesi Utara memastikan gelar tersebut setelah pelaksanaan seri kedua Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi di Tompaso.
Baca juga: Sulut rajai Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi 2026 dengan 149 poin
"Sulut juara umum dan meraih Piala Presiden, ini sejarah," ujar Yulius.
Ia menilai keberhasilan meraih gelar juara umum sekaligus Piala Presiden menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan olahraga berkuda di Sulawesi Utara.
Pemerintah provinsi, kata dia, akan mendukung pengembangan olahraga tersebut, baik melalui penyediaan fasilitas maupun peningkatan kemampuan atlet dan pelatih.
"Joki, atlet, stable dan semua pihak akan kita dukung untuk Pordasi Sulut. Kita akan mendukung kegiatan fisik dan nonfisik," katanya.
Yulius menjelaskan dukungan nonfisik antara lain berupa pembekalan bagi atlet agar mampu meningkatkan prestasi dan bersaing di tingkat nasional.
Baca juga: Mengenal asal usul kuda thoroughbred, ras murni untuk pacuan
Ia berharap kuda pacu, joki, dan pelatih asal Sulawesi Utara juga mampu berprestasi pada kejuaraan internasional.
"Kita yakin kuda-kuda Sulut, joki dan pelatih tidak hanya akan tinggal di sini, akan tetapi go internasional," ujarnya.
Yulius juga mengapresiasi ketatnya persaingan pada Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II yang diikuti kontingen dari berbagai provinsi.
Menurut dia, setiap daerah mengirimkan peserta terbaik sehingga sejumlah perlombaan berlangsung dengan selisih finis yang sangat tipis.
"Masing-masing provinsi mengirimkan yang terbaik. Tadi kita bisa melihat jarak setiap iven kadang hanya setengah badan, setengah kepala. Kejurnas kali ini sangat ketat, termasuk penonton," katanya.
Baca juga: Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar di Aceh
Berdasarkan akumulasi hasil seri pertama di Pangandaran, Jawa Barat, dan seri kedua di Tompaso, Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum dengan 149 poin.
Jawa Barat menempati peringkat kedua dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan 39,5 poin, Jawa Tengah 33,5 poin, dan DKI Jakarta 24 poin.
"Lima hari yang lalu saya dipanggil Pak Presiden ke Hambalang. Salah satu bahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda berskala internasional di Sulut," kata Yulius di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sabtu.
Menurut Yulius, rencana tersebut menjadi kabar baik bagi komunitas pacuan kuda di Sulawesi Utara, terutama para peternak, pemilik kuda, joki, dan pelatih.
Ia menyampaikan hal itu seusai Sulawesi Utara meraih gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Tahun 2026.
Sulawesi Utara memastikan gelar tersebut setelah pelaksanaan seri kedua Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi di Tompaso.
Baca juga: Sulut rajai Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi 2026 dengan 149 poin
"Sulut juara umum dan meraih Piala Presiden, ini sejarah," ujar Yulius.
Ia menilai keberhasilan meraih gelar juara umum sekaligus Piala Presiden menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan olahraga berkuda di Sulawesi Utara.
Pemerintah provinsi, kata dia, akan mendukung pengembangan olahraga tersebut, baik melalui penyediaan fasilitas maupun peningkatan kemampuan atlet dan pelatih.
"Joki, atlet, stable dan semua pihak akan kita dukung untuk Pordasi Sulut. Kita akan mendukung kegiatan fisik dan nonfisik," katanya.
Yulius menjelaskan dukungan nonfisik antara lain berupa pembekalan bagi atlet agar mampu meningkatkan prestasi dan bersaing di tingkat nasional.
Baca juga: Mengenal asal usul kuda thoroughbred, ras murni untuk pacuan
Ia berharap kuda pacu, joki, dan pelatih asal Sulawesi Utara juga mampu berprestasi pada kejuaraan internasional.
"Kita yakin kuda-kuda Sulut, joki dan pelatih tidak hanya akan tinggal di sini, akan tetapi go internasional," ujarnya.
Yulius juga mengapresiasi ketatnya persaingan pada Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II yang diikuti kontingen dari berbagai provinsi.
Menurut dia, setiap daerah mengirimkan peserta terbaik sehingga sejumlah perlombaan berlangsung dengan selisih finis yang sangat tipis.
"Masing-masing provinsi mengirimkan yang terbaik. Tadi kita bisa melihat jarak setiap iven kadang hanya setengah badan, setengah kepala. Kejurnas kali ini sangat ketat, termasuk penonton," katanya.
Baca juga: Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar di Aceh
Berdasarkan akumulasi hasil seri pertama di Pangandaran, Jawa Barat, dan seri kedua di Tompaso, Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum dengan 149 poin.
Jawa Barat menempati peringkat kedua dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan 39,5 poin, Jawa Tengah 33,5 poin, dan DKI Jakarta 24 poin.






Komentar (0)