tvOnenews.com, Jakarta – Pimpinan Pusat Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) menyatakan dukungan penuh atas tindakan tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memutus rantai peredaran narkotika jaringan internasional.
Langkah presisi Polri yang sukses membongkar secret lab produksi 1,2 ton sabu di Pidie, Aceh, serta penyergapan 1,16 ton ketamin di perairan Sumatera Utara dinilai sebagai komitmen nyata pemerintah dalam melindungi benteng pertahanan generasi muda.
Ketua Umum Sapma PP Aulia Arief menegaskan bahwa penindakan hukum terhadap barang haram dalam jumlah masif tersebut merupakan bukti krusial pentingnya penguatan sinergi lintas instansi.
“Sapma Pemuda Pancasila mendukung langkah tegas Kapolri dalam memberantas jaringan narkoba di Indonesia. Bagi kami, setiap pengungkapan kasus narkotika bukan sekadar angka barang bukti tetapi bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda dan masa depan bangsa. Jangan sampai cita-cita anak-anak Indonesia direnggut oleh peredaran narkoba,” kata Aulia Arief di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
- HO-Sapma Pemuda Pancasila
Arief menambahkan, pemberantasan kejahatan narkotika tidak boleh berhenti hanya pada selebrasi pengungkapan kasus-kasus besar semata.
Menurutnya, perang terhadap narkoba harus dieksekusi secara berkelanjutan dan menyasar hingga ke titik akar rumput di seluruh pelosok Tanah Air.
Ia mendorong pengawasan ekstra ketat di jalur peredaran rawan, disertai edukasi dini yang melibatkan elemen keluarga, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan.
"Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti pada pengungkapan kasus besar. Kita harus memastikan tidak ada ruang bagi jaringan peredaran narkoba untuk merusak kehidupan masyarakat," paparnya.
Lebih lanjut, Ketum Sapma PP menyerukan pentingnya memberikan ruang aman bagi para pemuda untuk berkembang dan menjadi bagian dari solusi pencegahan peredaran gelap sediaan farmasi ilegal.
Langkah tegas aparat dalam merontokkan pabrik dan penyelundupan ton-tonan narkoba ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bersama seluruh elemen masyarakat untuk menutup rapat celah masuknya barang haram dari luar negeri.
“Generasi muda harus dilindungi, diberikan ruang untuk berkembang dan didorong menjadi bagian dari solusi. Menyelamatkan generasi muda berarti menjaga masa depan Indonesia,” pungkas Arief. (raa/amr)





Komentar (0)