MagangHub hingga SMK Go Global, Buka Peluang Kerja bagi Lulusan Baru

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Bagi lulusan baru, mendapatkan pekerjaan bukan hal mudah. Selain bersaing dengan pelamar lain, mereka kerap menghadapi persyaratan pengalaman kerja yang belum dimiliki.

Di sisi lain, kesempatan bekerja di luar negeri juga membutuhkan keterampilan khusus dan kemampuan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di negara tujuan. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menghadirkan program MagangHub melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan SMK Go Global melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Kedua program ini dirancang untuk membantu calon tenaga kerja mempersiapkan diri memasuki dunia kerja melalui jalur yang berbeda. MagangHub memberikan kesempatan kepada lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan, sedangkan SMK Go Global menyiapkan calon pekerja migran melalui pelatihan bahasa dan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja internasional.

Melalui kedua program tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung proses persiapan kerja. Peserta MagangHub mendapat uang saku dan perlindungan jaminan sosial, sementara peserta SMK Go Global dapat mengikuti pelatihan tanpa biaya sesuai ketentuan program.

Baca juga: Tips Lulus Seleksi Magang Nasional Batch 3 2026, Pendaftaran mulai 27 Oktober!

MagangHub, Kesempatan Kerja Langsung Selama 6 Bulan

MagangHub merupakan program pemagangan nasional yang dijalankan Kemnaker untuk membantu lulusan baru meningkatkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja. Program ini menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri melalui pemagangan langsung di perusahaan.

Peserta dapat mengikuti pemagangan selama enam bulan di perusahaan penyelenggara, termasuk BUMN dan perusahaan swasta. Selama periode tersebut, mereka berkesempatan mengerjakan tugas sesuai bidang yang dipilih, mengenal lingkungan kerja, dan belajar langsung dari mentor perusahaan.

Pada 2026, pemerintah menargetkan 150.000 peserta mengikuti program ini dalam tiga batch. Batch I diikuti 46.160 peserta, sedangkan Batch II diikuti 40.962 peserta. Dengan demikian, jumlah peserta dari kedua batch mencapai 87.122 orang.

Pendaftaran peserta Batch III dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026. Calon peserta dapat memantau portal resmi MagangHub untuk memastikan jadwal dan tahapan seleksi terbaru.

Salah satu fasilitas yang diberikan adalah uang saku bulanan setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai wilayah penempatan. Uang saku tersebut ditanggung pemerintah selama peserta menjalani pemagangan, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan selama mengikuti program.

Selain itu, peserta mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Setelah menyelesaikan program sesuai ketentuan, peserta memperoleh sertifikat pemagangan resmi dari Kemnaker.

Peserta juga memiliki akses terhadap sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikat pemagangan dan sertifikasi kompetensi merupakan dua hal berbeda yang dapat mendukung pengakuan atas pengalaman serta kemampuan peserta.

Siapa Saja yang Bisa Mengikuti MagangHub?

Adapun program ini ditujukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan merupakan lulusan diploma, sarjana, atau pendidikan profesi dari perguruan tinggi yang terdaftar di kementerian terkait.

Masa kelulusan maksimal satu tahun saat mendaftar menjadi salah satu syarat utama. Batas tersebut dihitung sejak tanggal ijazah diterbitkan. Khusus lulusan pendidikan profesi, terdapat ketentuan tambahan mengenai waktu penerbitan sertifikat profesi.

Calon peserta perlu menyiapkan dokumen, antara lain KTP, ijazah, dan transkrip nilai. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi MagangHub Kemnaker dengan membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu.

Setelah melengkapi data, pelamar dapat memilih lowongan yang sesuai dengan minat dan latar belakang pendidikan. Perusahaan kemudian melakukan seleksi, misalnya melalui pemeriksaan administrasi dan wawancara, sebelum peserta ditetapkan untuk mengikuti program.

Kemnaker tidak menetapkan IPK minimal secara umum untuk pendaftaran. Namun, perusahaan penyelenggara dapat memiliki kriteria tambahan sesuai lowongan yang dibuka.

Melalui skema tersebut, lulusan baru mendapat kesempatan mempraktikkan ilmu yang dipelajari, memahami tuntutan pekerjaan, dan membangun pengalaman yang dapat digunakan saat melamar pekerjaan berikutnya.

Pengalaman Magang Jadi Bekal Mencari Kerja

Kesempatan belajar langsung di perusahaan menjadi salah satu manfaat yang dirasakan peserta MagangHub. Mereka dapat mempraktikkan ilmu yang sebelumnya dipelajari sekaligus memahami tanggung jawab dan ritme kerja di lingkungan profesional.

Hal tersebut dirasakan Rafif Hidayat Inzaghi, lulusan Ilmu Komunikasi tahun 2025 yang saat ini mengikuti MagangHub Batch I 2026. Selama pemagangan, Inzaghi terlibat dalam sejumlah pekerjaan, mulai dari menangani media sosial, membuat laporan kampanye, hingga menghadiri acara dan konferensi pers. Ia juga belajar memahami proses kampanye, mulai dari pelaksanaan hingga pelaporan hasil kepada klien.

"Manfaat terbesarnya itu aku ngerti alur campaign dari awal sampai report ke klien. Tapi jujur, hampir semua pembelajaran itu datang dari perusahaan dan tim tempat aku magang, bukan dari program MagangHub-nya sendiri," ujar Inzaghi kepada detikcom belum lama ini.

Dari pekerjaannya, Inzaghi belajar menyusun laporan dan presentasi, berkomunikasi dengan tim, serta mengatur waktu. Ia juga mendapat kesempatan melihat langsung bagaimana pekerjaan profesional dijalankan sehari-hari.

Pengalaman Inzaghi menunjukkan bahwa proses belajar selama pemagangan turut dipengaruhi oleh tugas yang diberikan perusahaan dan pendampingan tim di tempat peserta menjalani program. Karena itu, pengalaman peserta dapat berbeda sesuai bidang pekerjaan dan lingkungan tempat mereka magang.

Pengalaman serupa dirasakan Dhafin Armia, alumni MagangHub Batch II 2025 yang kini bekerja di salah satu media nasional. Saat mengikuti program tersebut, Dhafin menjalani pemagangan sebagai jurnalis. Tugasnya meliputi penulisan artikel berita dan peliputan di lapangan. Ia pun mendapat kesempatan menerapkan ilmu yang sebelumnya dipelajari saat kuliah.

Menurut Dhafin, tantangan selama magang terutama berkaitan dengan penyesuaian diri terhadap lingkungan dan dinamika kerja. Arahan dari mentor serta rekan kerja membantunya melewati proses tersebut.

Selain pengalaman kerja, uang saku yang diterima selama program turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantunya berbagi dengan orang-orang di sekitarnya.

Setelah menyelesaikan MagangHub, Dhafin melamar pekerjaan di perusahaan lain dan diterima bekerja di salah satu media nasional. Pengalaman selama magang menjadi bekal saat menjalani proses rekrutmen, terutama ketika menjelaskan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar.

"Iya membantu. Jadi pada saat tahap interview user/hr saya bisa kasih pengalaman yg relevan," ujar Dhafin.

Pengalaman tersebut juga membuatnya tidak terlalu asing dengan dinamika kerja jurnalistik ketika mulai bekerja di tempat baru.

Cerita Inzaghi dan Dhafin memperlihatkan bagaimana pemagangan dapat membantu lulusan baru mengenal pekerjaan secara langsung dan membangun pengalaman yang relevan. Meski demikian, hasil rekrutmen tetap bergantung pada kebutuhan perusahaan dan kemampuan masing-masing pelamar.




(akn/ega)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
7 cara hidup bahagia, dari olahraga hingga berbuat baik
• 16 jam lalu
0
thumb
Anggota Komisi XIII DPR Minta Imigrasi Perkuat Pengawasan Izin Tinggal WNA
• 12 jam lalu
0
thumb
KPPOD Kritisi Perkataan Prabowo Soal Dana Daerah: Kepala Daerah Seharusnya Tidak Tepuk Tangan
• 13 jam lalu
0
thumb
Piala Asia 2027 Belum Mulai, AFC Sudah Puji Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes
• 16 jam lalu
0
thumb
Lionel Messi Terima Penghargaan Princesa de Asturias 2026 di Spanyol
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.