jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan program Bedah Rumah yang digulirkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, bukan sekadar perbaikan infrastruktur.
Program ini merupakan strategi terintegrasi pemerintah untuk memutus mata rantai dan akar permasalahan narkoba yang kerap dipicu oleh masalah kemiskinan.
BACA JUGA: Program Bedah Rumah 15 Ribu Unit Kawasan Perbatasan Gunakan APBN, Sebegini Anggarannya
Tito mengatakan bahwa akar permasalahan narkoba, salah satunya karena kemiskinan. Melalui program itu, pemerintah juga berupaya memberdayakan masyarakat yang tidak mampu.
"Dan ini betul-betul program Bapak Prabowo. Kalau diperhatikan seluruh program beliau, itulah program-program yang sangat pro kepada rakyat kecil," kata Tito saat meninjau program Bedah Rumah di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, Sabtu.
BACA JUGA: Mendagri Tito Puji Program Bedah Rumah di Wilayah Papua, Luar Biasa
Tito menjelaskan program itu juga dilaksanakan terpadu bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Setelah rumahnya diperbaiki, masyarakat yang kurang mampu juga bisa mengakses permodalan untuk meningkatkan usahanya.
"Masih ada waktu-waktu ke depan, kita akan bekerja lebih giat lagi, bekerja lebih keras lagi untuk menjalankan program untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat kecil," katanya.
BACA JUGA: Kebahagiaan Warga Desa Patramanggala Terima Program Bedah Rumah dari PIK2
Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah untuk menyambut program Bedah Rumah yang dijalankan Kementerian PKP beserta instansi terkait.
Seperti yang Presiden Prabowo Subianto ungkapkan, menurut Tito, para pemimpin harus menjadikan kesejahteraan warga sebagai targetnya.
"Nah ini yang kita harapkan semua, ini harus didukung oleh pemerintah daerah," katanya.
Adapun salah satu rumah warga yang dibedah di Kampung Ambon adalah rumah Ester Yacoba (64), perempuan paruh baya yang hidup dari uluran tangan tetangga dan menantu.
Selain itu, pemerintah juga memberi bantuan-bantuan kepada ratusan warga di Kampung Ambon.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean





Komentar (0)