Jakarta: Pasangan para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani, sukses mengukir sejarah dengan menyabet medali emas di ajang Asian Para Games 2026. Gelar juara di nomor ganda campuran SL3-SU5 tersebut diraih usai keduanya bangkit menumbangkan ganda India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar, pada laga final di Nagoya, Jepang, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut memastikan Ratri meraih medali emas ganda campuran dalam empat edisi Asian Para Games secara beruntun. Prestasi itu dimulai di Incheon 2014, berlanjut di Jakarta 2018 dan Hangzhou 2022, hingga kembali terulang di Aichi-Nagoya 2026.
Perjuangan Ratri dan Hikmat tidak berjalan mudah. Mereka sempat kehilangan gim pertama sebelum bangkit dan memenangi dua gim berikutnya. Pasangan Indonesia itu menutup pertandingan dengan skor 11-21, 21-19, dan 21-14.
Ratri mengaku telah menargetkan medali emas bersama Hikmat. Namun, ia tidak menyangka tekanan selama pertandingan akan begitu besar.
“Ya sebenarnya hasil emas mungkin kalau saya sama Hikmat pribadi sudah menargetkan emas, cuma saya enggak expect kalau pertandingannya bakalan mungkin lebih ke tekanan di dalam lapangan tuh sebesar ini, gitu,” ujar Ratri dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 24 Oktober 2026.
Hikmat juga mengakui beratnya tekanan di lapangan. Ia berusaha menjaga ketenangan pada gim kedua hingga keduanya mampu bangkit dan mengamankan kemenangan.
Baca Juga :
Indonesia Lepas 12 Atlet Muda ke Youth Olympic Games Dakar 2026“Masih ada beban di lapangan yang benar-benar berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah kita bisa,” kata Hikmat.
Secara keseluruhan, tim para bulutangkis Indonesia menyumbangkan tiga medali emas dan dua perak pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Sementara itu, atlet para atletik Ni Made Arianti menyumbangkan medali perunggu dari nomor 100 meter putri T12 di Nagoya City Mizuho Park Athletic, Rabu malam. Sprinter tunanetra asal Bali itu finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 12,51 detik.
Meski belum kembali meraih emas seperti pada Asian Para Games Hangzhou 2022, Arianti berhasil memperbaiki catatan waktunya sebesar 0,01 detik dibandingkan penampilannya pada edisi sebelumnya. Ia tetap senang dapat berkontribusi bagi Indonesia melalui medali yang diraihnya.
Arianti juga baru dipasangkan dengan pemandu lari atau guide runner, Guntur Wijanarko, pada awal Juli lalu. Waktu yang relatif singkat untuk membangun kekompakan menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya.
Tambahan medali hingga hari kelima penyelenggaraan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 membuat kontingen Indonesia tetap optimistis dapat finish di peringkat kedelapan klasemen perolehan medali.





Komentar (0)