Cak Imin soal Karhutla: Badan yang Menanggulangi Bencana Saja Masih Korupsi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, menyinggung masih adanya korupsi dalam menanggulangi bencana.

Menurut dia, hal itu menunjukkan perjuangan untuk melakukan perbaikan struktural di Indonesia masih panjang.

“Perjuangan kita masih panjang. Bagaimana nggak panjang, badan yang menanggulangi bencana saja masih korupsi. Artinya masih panjang,” tutur Cak Imin saat menghadiri peresmian kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Kalimantan Selatan di Jalan Ahmad Yani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10).

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menyinggung persoalan karhutla yang masih dihadapi masyarakat Kalsel, di tengah kekeringan akibat fenomena El Nino.

Ia pun mengatakan, karhutla terjadi akibat siklus alam maupun keteledoran manusia.

“El Nino yang berkepanjangan, kebakaran hutan akibat siklus alam maupun keteledoran yang hari ini dengan penuh ketabahan dihadapi oleh seluruh warga masyarakat Kalimantan Selatan,” kata dia.

Dia pun turut menyoroti kekayaan alam Kalsel yang dinilainya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat setempat.

Karena itu, menurut Cak Imin, pekerjaan besar yang masih harus dilakukan pemerintah adalah memastikan warga Kalsel dapat menikmati kekayaan alam di daerahnya sendiri.

“Maka pekerjaan berat dan tanggung jawab berat kita adalah bagaimana agar warga Kalimantan Selatan, warga Banua semuanya bisa menikmati kekayaan alamnya sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, di hadapan para kadar PKB, Cak Imin turut meminta seluruh kader menjadi pembaharu dan berada di garda terdepan dalam memperbaiki nasib masyarakat.

“Karena itu amanat ini, seluruh kader PKB harus menjadi pembaharu dan menjadi agen terdepan perbaikan nasib masyarakat bangsa kita,” tegasnya.

Dia mengutarakan bahwa kantor DPW PKB Kalsel dapat menjadi posko untuk membantu masyarakat dan melakukan perbaikan.

“Insyaallah kita saling mem-back up, saling bahu-membahu, bergotong-royong, apa pun yang dirasakan warga masyarakat adalah yang kita rasakan,” terang dia.

Kata dia, PKB akan terus mengirimkan bantuan, termasuk air bersih, bagi warga yang terdampak bencana.

“Sekuat tenaga kita akan terus lakukan, jangan pernah berhenti untuk terus membantu dan mengambil beban masyarakat ini,” ujarnya.

Ia pun berharap masyarakat Kalsel tetap diberi kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk menghadapi berbagai persoalan tersebut.

“Kita semua berdoa semoga seluruh warga Kalimantan Selatan sehat walafiat, seluruh warga Kalimantan Selatan diberi kesabaran dan Allah berikan kekuatan untuk selalu tabah dan sukses menghadapi berbagai tantangan dan persoalan,” tutup Cak Imin.

OTT BNPB

Pernyataan Cak Imin soal korupsi dalam penanggulangan bencana itu disampaikan di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi Dana Siap Pakai (DSP) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10). Operasi tersebut menyasar dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lembaga tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Bima Setiawan (adik Kepala BNPB Suharyanto sekaligus tenaga ahli BNPB), Gabriel Purwaka Sigit (Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus pejabat pembuat komitmen), Richard Erlangga (tenaga ahli BNPB), serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.

Penyidik menduga ada dua modus korupsi yang dilakukan dua tenaga ahli Kepala BNPB tersebut, dan keduanya berkaitan dengan dana siap pakai (DSP), yaitu dana cadangan pemerintah untuk keadaan darurat bencana.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan pengadaan tersebut berkaitan dengan penanganan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Ya itu beberapa pengadaan barang dan jasa yang dilakukan di BNPB yang kemudian diduga ada konflik kepentingan ataupun praktik suap dalam proses dan mekanisme PBJ-nya," kata Budi kepada wartawan, Rabu (21/10).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Cekcok Tetangga di Cakung, Eks Kopassus Terluka Dibacok Golok
• 13 jam lalu
0
thumb
2 Pesawat Militer Filipina Tabrakan di Udara, 4 Pilot Tewas
• 3 jam lalu
0
thumb
Pihak Sarwendah Luruskan Isu Vila Sukabumi, Tegaskan Bukan Alat Pembayaran Utang Ruben Onsu
• 3 jam lalu
0
thumb
‎Polisi Tangkap 5 Tersangka yang Lempar Batu ke Bus Jakmania di Tol Palimanan
• 7 jam lalu
0
thumb
BMKG: Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan Modifikasi Cuaca Dry Ice
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.