Duh! Pasien Gangguan ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Melonjak!

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Duh! Pasien Gangguan ISPA di Wilayah Terdampak Karhutla Melonjak!Nasional | okezone | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:18

JAKARTA - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) menyebut ada lonjakan pasien rawat jalan gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA) di fasilitas layanan kesehatan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Umum ARSSI, Iing Ichsan Hanafi menjelaskan, rumah sakit di bawah ARSSI selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi di wilayah terdampak karhuta. Saat ini, faskes telah melakukan tindakan preventif bagi para nakes di wilayah terdampak karhutla.

"Ada beberapa rumah sakit juga memberikan multivitamin ke para tenaga kesehatan, sehingga mereka juga mampu melindunginya, sehingga mereka juga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Iing saat ditemui Okezone di PB IDI, Jakarta Pusat, Sabtu (24/101/2026).

Iing pun mengakui, ada peningkatan kunjungan pasien rawat jalan pengidap ISPA di wilayah terdampak karhutla. Namun, ia memastikan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.

Baca Juga:Alkom Kapal Induk KRI Sriwijaya Masih Standar NATO, TNI AL Lakukan Retrofit

"Untuk tingkat kunjungan memang kita akui, kunjungan rawat jalan cukup banyak terkait dengan kasus-kasus ISPA. Selama ini sih bisa diatasi seperti biasa. Jadi tidak terlalu signifikan untuk lonjakan-lonjakan," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto memastikan, layanan kesehatan di wilayah terdampak karhutla tidaklah terdampak. Hal itu dilandasi karena para nakes telah melakukan upaya preventif dari paparan asap karhutla.

"Karena kami kan bekerja, tenaga medis menggunakan masker N95. Kita melakukan tugas setiap hari melayani masyarakat dan di IDI cabang, IDI wilayah, kami IDI aktif membagi masker untuk masyarakat," ucap Slamet.

 

"Obatnya cuma satu: masker, gitu aja. Jadi kalau masyarakat ada gangguan pernapasan, ya harus secepatnya ke dokter," tambahnya.

Slamet pun menegaskan bahwa belum ada laporan dokter terdampak karhutla. "Sampai hari ini belum ada laporan yang signifikan ya dan para tenaga kesehatan utamanya dokter masih aktif melayani pasien dengan menggunakan masker," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabut Asap Karhutla Ganggu 392 Penerbangan di Bandara di Balikpapan | KOMPAS SIANG
• 1 jam lalu
0
thumb
BEI: 9 Perusahaan Antre IPO hingga Oktober 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran, Prabowo di Persimpangan Jalan
• 13 jam lalu
0
thumb
OJK Laporkan ke Prabowo, Bursa Mineral RI Ditargetkan Beroperasi 4 Januari 2027
• 4 jam lalu
0
thumb
Kredit Tumbuh Lebih Cepat dari DPK, BI Longgarkan Likuiditas Perbankan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.