Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran, Prabowo di Persimpangan Jalan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto diperkirakan berhati-hati menyikapi wacana pembentukan Pansus Hak Angket Ijazah Gibran demi menjaga stabilitas pemerintahan.

Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai Prabowo memiliki kepentingan untuk mempertahankan soliditas pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

BACA JUGA: Pansus Gibran Bisa Ubah Peta Kekuasaan, Parpol Koalisi Mulai Pasang Kuda-Kuda?

Namun, menurut dia, pembelaan terbuka terhadap Gibran justru berisiko memunculkan sentimen negatif apabila dipersepsikan sebagai intervensi terhadap proses politik dan hukum.

"Prabowo berkepentingan menjaga stabilitas pemerintahan, tetapi membela Gibran secara terbuka bukan tanpa risiko politik," kata Efriza kepada JPNN.com, Jumat (23/10).

BACA JUGA: Pansus Ijazah Gibran Bisa Terbentuk? Efriza: Semua Menunggu Manuver Prabowo

Dia mengatakan sikap yang paling mungkin diambil Prabowo ialah menekankan penghormatan terhadap mekanisme konstitusional dan menyerahkan proses di DPR kepada lembaga yang berwenang.

Menurut Efriza, pendekatan tersebut memungkinkan Prabowo menjaga hubungan dengan partai-partai koalisi tanpa terlihat ikut campur secara langsung dalam polemik.

BACA JUGA: Survei Voxpol: Mayoritas Responden Yakin Prabowo-Gibran Mampu Jalankan Pemerintahan

"Pilihan untuk tidak melakukan intervensi bisa menjadi cara menjaga stabilitas sekaligus menghindari kesan bahwa kepentingan politik berada di atas hukum," ujarnya.

Efriza juga menyoroti posisi Partai Gerindra yang dinilainya cenderung menginginkan polemik ijazah Gibran tidak terus berkembang menjadi konflik politik berkepanjangan.

Meski demikian, dia menilai Prabowo tetap harus memperhitungkan dampak setiap pernyataan maupun langkah politik yang diambil pemerintah.

Jika terlalu jauh membela Gibran, Prabowo berisiko dianggap mengutamakan kepentingan politik.

Sebaliknya, jika membiarkan konflik berkembang tanpa komunikasi politik yang memadai, soliditas koalisi juga dapat terpengaruh.

Karena itu, Efriza menilai sikap hati-hati dan penekanan pada proses konstitusional menjadi pilihan yang paling rasional bagi Prabowo dalam menghadapi polemik tersebut. (kkp/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Pengunjung Serasa Kesetrum Saat di Area Mal, Botani Square Buka Suara
• 6 jam lalu
0
thumb
Anggota DPD Ungkap Dugaan Kekerasan di Poltekpel Malahayati
• 15 jam lalu
0
thumb
Perkuat Bisnis, Antam Fokus Ciptakan Nilai Tambah Jangka Panjang
• 4 jam lalu
0
thumb
Jaga Rupiah dan Likuiditas, BI Borong SBN Rp135 Triliun hingga Oktober 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Aramco Bidik Rp160 Triliun dari Jual Aset Properti, Kantor Pusat yang Diserang Houthi Masuk Radar
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.