HSMUN 2026 Asah Kemampuan Diplomasi Pelajar, Delapan Dewan Bahas Isu Global

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - HSMUN ke-18 digelar pada 23–24 Oktober 2026 untuk mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, dan berpikir kritis pelajar dalam menghadapi berbagai persoalan global.

Konferensi simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diselenggarakan EcoSocioTech School TB Simatupang itu mengusung tema “Diplomasi dalam Krisis: Mengatasi Isu Global di Tengah Tatanan Internasional yang Terfragmentasi”.

BACA JUGA: Kunjungi PIK & PIK2, Rombongan Mahasiswa Malaysia Pelajari Pembangunan Kawasan Modern

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk memahami dinamika hubungan internasional, sekaligus mengembangkan kemampuan menyusun solusi melalui dialog dan kerja sama.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Cahyo Rahadian Muzhar menegaskan pentingnya diplomasi dalam menghadapi perbedaan kepentingan antarnegara.

BACA JUGA: Donald Trump Sudah Muak, Iran Harus Bersiap Menerima Pelajaran Keras

“Diplomasi lebih dari sekadar kesepakatan: Diplomasi adalah proses bernegosiasi, berkomunikasi, dan mengelola kepentingan yang saling bertentangan,” ujarnya dikutip JPNN.com, Sabtu (24/10).

Sekretaris Jenderal HSMUN 2026 Ravakatya Andra juga mengingatkan para delegasi tentang pentingnya persatuan dan kompromi dalam menghadapi krisis.

Dia menilai perbedaan perspektif tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kesepahaman di tengah situasi global yang makin kompleks.

“Jangan pernah meremehkan kekuatan perspektif. Suarakan pandanganmu, tegakkan diplomasi,” kata Ravakatya.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Erma Rheindrayani Siswoaluyo menyoroti hubungan erat antara sains dan diplomasi dalam mendorong penyelesaian masalah lintas negara.

“Sains menyediakan bukti, diplomasi menyediakan kerja sama, dan negosiasi mengubah kepentingan menjadi aksi bersama,” tuturnya.

Senior External Relations Officer Sekretariat ASEAN Desy Nurmala Dewi turut menekankan bahwa keberagaman kawasan dapat menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut dia, perbedaan justru dapat menjadi modal penting dalam membangun kerja sama diplomatik.

HSMUN 2026 menghadirkan delapan dewan dengan agenda pembahasan yang beragam. Isu yang diangkat meliputi efektivitas Dewan Keamanan PBB, stabilitas jalur perdagangan global, penanganan pengungsi, hingga penurunan literasi media di kalangan generasi muda.

Selain itu, para delegasi membahas kerja sama internasional dalam penanganan pandemi, kebijakan pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045, serta isu multiverse melalui simulasi United Nations Special Summit.

Konferensi juga menghadirkan Press Corps yang berfokus pada praktik jurnalistik dalam persidangan.

Dalam setiap sidang, peserta berperan sebagai perwakilan negara atau lembaga untuk menyampaikan posisi, mempertahankan argumen, dan bernegosiasi dengan delegasi lain.

Mereka juga menyusun rancangan resolusi yang kemudian dipresentasikan dan dipertahankan sebelum ditentukan melalui pemungutan suara.

Rangkaian kegiatan HSMUN 2026 telah diawali dengan pertemuan teknis pada 16 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, Adam Patrick Hegarty, Manager of Foreign Affairs & Institutional Relations di ISAFIS, memberikan pengenalan dasar mengenai Model United Nations melalui sesi “MUN 101”.

Penyelenggaraan HSMUN ke-18 menjadi edisi pertama di bawah identitas baru EcoSocioTech School TB Simatupang, yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah HighScope Indonesia.

Konferensi yang pertama kali digelar pada 2008 itu diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelajar terhadap persoalan internasional dan membentuk generasi muda yang mampu berdialog di tengah perbedaan.

Selain mengasah kemampuan berargumentasi, kegiatan ini mendorong peserta untuk melihat persoalan dari berbagai sudut pandang dan merumuskan solusi melalui kolaborasi.

Pada akhir konferensi, penyelenggara memberikan penghargaan kepada delegasi berprestasi dalam sejumlah kategori, antara lain Best Delegate, Outstanding Delegate, Honorable Mention, Best Position Paper, Oral Award, dan Best Direction. (kkp/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bertemu Bos Jardine hingga Tambah Porsi Investasi, Apa Skenario Danantara?
• 13 jam lalu
0
thumb
Tangkal sambaran petir, Bangladesh kampanyekan tanam pohon lontar
• 5 jam lalu
0
thumb
Kakorlantas: Pelayanan Polantas Harus Makin Baik
• 14 jam lalu
0
thumb
Korea Selatan Ajak Korea Utara Berunding, Cegah Bentrokan Perbatasan
• 21 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar Pabrik Narkoba di Aceh, Temukan 1,2 Ton Sabu
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.