Kalender Jawa Hari Ini 24 Oktober 2026 jatuh pada Sabtu Wage dengan neptu 13, bertepatan dengan 12 Jumadilawal 1960 serta 13 Jumadilawal 1448 H. Tanggal Jawa dan Hijriah tersebut mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 terbitan Kementerian Agama (Kemenag), sedangkan keterangan wuku Dukut mengikuti Kalender Jawa Online Ki-Demang.
- Hari dan pasaran: Sabtu dan Wage.
- Weton: Sabtu Wage.
- Tanggal Jawa: 12 Jumadilawal 1960.
- Tanggal Hijriah: 13 Jumadilawal 1448 H.
- Wuku: Dukut.
- Neptu: Sabtu (9) + Wage (4) = 13.
Neptu diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran; menurut tabel neptu Primbon.com, Sabtu bernilai 9 dan Wage bernilai 4 sehingga totalnya 13.
Memahami Weton, Pasaran, dan NeptuMenurut penjelasan Keraton Yogyakarta, penanggalan Jawa mengenal saptawara atau siklus tujuh hari serta pancawara atau siklus lima pasaran. Dalam kasus ini, Sabtu adalah nama hari, Wage adalah pasarannya, dan Sabtu Wage adalah wetonnya. Neptu merupakan nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran tersebut.
Pertemuan hari dan pasaran yang sama berulang setiap 35 hari atau satu selapan. Dengan menambahkan 35 hari dari 24 Oktober 2026, weton Sabtu Wage berikutnya jatuh pada 28 November 2026. Perhitungan ini menjelaskan mengapa weton tidak menetap pada satu tanggal Masehi yang sama setiap bulan.
Acuan Nilai Hari dan PasaranTabel neptu Primbon.com mencantumkan nilai berikut untuk memeriksa perhitungan weton:
- Nilai hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.
- Nilai pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Jumlah neptu yang sama dapat dimiliki weton berbeda. Sabtu Wage bernilai 13 dari 9 + 4, sementara Jumat Pon juga bernilai 13 dari 6 + 7. Dengan demikian, total neptu saja belum cukup untuk menentukan nama weton; hari dan pasarannya tetap harus diperiksa.
Mengapa Tanggal Jawa dan Hijriah Berbeda?Dalam kalender yang menjadi rujukan artikel ini, 24 Oktober 2026 tercatat sebagai 12 Jumadilawal 1960 Jawa dan 13 Jumadilawal 1448 H. Meskipun nama bulannya sama, angka tanggalnya berbeda. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa kalender Sultan Agungan meneruskan angka tahun Saka, tetapi menggunakan perhitungan berdasarkan pergerakan bulan dan memiliki aturan yang berbeda dari kalender Hijriah.
Saat mencatat tanggal kelahiran atau keperluan adat, simpan tanggal Masehi, tanggal Jawa, dan sumber kalendernya secara terpisah. Dengan begitu, angka tanggal yang berbeda tetap dapat ditelusuri ke rujukan yang digunakan.
Watak Weton Sabtu WageDalam tafsir primbon Jawa yang dijelaskan Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo, Sabtu Wage digambarkan luwes dalam pergaulan. Pangarasan Lakuning Lintang melambangkan kemampuan memberi arah dan menjadi teladan. Namun, tafsir ini juga menyebut kecenderungan berganti pekerjaan atau tempat tinggal.
Sisi yang perlu diperhatikan ialah mudah kagum, menyukai kemewahan, sukar percaya kepada orang lain, serta mempertahankan pendapat yang belum tentu benar. Dalam ulasan yang sama, pancasuda Satriya Wirang menggambarkan keluhuran budi yang menghadapi ujian berupa rasa malu atau berkurangnya wibawa. Ini merupakan tafsir tradisional untuk refleksi, bukan ukuran pasti kepribadian maupun masa depan seseorang.
Wuku Dukut: Anjuran dan PantanganWuku adalah pekan dalam siklus pawukon. Keraton Yogyakarta menjelaskan bahwa ada 30 wuku dengan durasi masing-masing tujuh hari, sehingga satu putarannya berlangsung 210 hari. Weton menunjukkan perpaduan hari dan pasaran pada tanggal tertentu, sedangkan wuku menunjukkan posisi pekannya dalam siklus yang lebih panjang.
Wuku Dukut berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 menurut kalender Ki-Demang. Ki Totok Yasmiran menyebutnya dengan ejaan Dhukut dan menjelaskan petungan tradisional berikut:
- Anjuran tradisional: Menunda perjalanan jauh pada Sabtu Wage dalam wuku Dukut hingga hari berikutnya.
- Pantangan tradisional: Mengerjakan urusan penting pada Sabtu Wage dalam wuku Dukut, serta bepergian ke arah barat daya untuk urusan sangat penting selama wuku ini berlangsung.
Petungan Sabtu Wage dan wuku Dukut tersebut dirangkum dari ulasan Ki Totok Yasmiran di detikJateng, “Kalender Jawa Sabtu Wage 28 Maret 2026: Satriya Wirang”. Tanggal dalam judul sumber berbeda, tetapi kombinasi weton dan wukunya sama. Petungan ini merupakan kepercayaan budaya, bukan kepastian mengenai hasil suatu kegiatan.
Kalender Jawa 19–25 Oktober 2026Berikut kalender Jawa 19–25 Oktober 2026 yang disusun berdasarkan penanggalan Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pedoman penanggalan Jawa dan Hijriah. Nilai neptu dihitung dari penjumlahan nilai hari dan pasaran.
Pada rentang ini, 19–24 Oktober termasuk wuku Dukut, sedangkan 25 Oktober memasuki wuku Watugunung menurut kalender Ki-Demang. Jumat Pon, Sabtu Wage, dan Minggu Kliwon sama-sama memiliki neptu 13 meskipun nama wetonnya berbeda.
Kalender Jawa Hari Ini 24 Oktober 2026 memiliki weton Sabtu Wage dengan neptu 13; untuk rincian lainnya, baca Kalender Jawa Oktober 2026 lengkap dan ulasan weton Sabtu Wage di Katadata.





Komentar (0)