Bentuk Satgas Safe Santri, Menag Libatkan Gus Kautsar

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan lima program prioritas Direktorat Jenderal Pesantren. Program tersebut, yakni Safe Santri, Penguatan Rekognisi Ijazah, Pesantren Adaptif dan Mandiri, Santri 5.0, serta Dakwah Digital.

“Untuk menjawab tantangan zaman dan memastikan pesantren semakin kuat di dalam menyiapkan masa depan santri, Direktorat Jenderal Pesantren menginisiasi lima program prioritas,” kata Menag dalam keterangannya dikutip pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga :

Menko Polkam dan Menag Singgung Pentingnya Penerapan Akhlak di Kalangan Santri
Safe Santri diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. Penguatan Rekognisi Ijazah ditujukan untuk memperluas akses pendidikan dan karier lulusan pesantren.

Sementara itu, Pesantren Latih dan Mandiri berfokus pada penguasaan teknologi serta kemandirian ekonomi. Lalu, Santri 5.0 disiapkan untuk memperkuat kemampuan santri dalam ilmu agama sekaligus keterampilan, sedangkan Dakwah Digital mendorong dakwah pesantren hadir secara kreatif dan relevan di ruang digital.

Untuk mengawali pelaksanaan kelima program tersebut, Menag meluncurkan Satuan Tugas Safe Santri. 

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, menjelaskan Safe Santri akan melibatkan tokoh agama dan figur publik untuk memperluas jangkauan pesan perlindungan santri kepada masyarakat.

Salah satu yang bergabung adalah pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, KH. Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar. Selain itu, ada sejumlah profesional dari kalangan pendidik dan psikolog. 

“Nanti kita akan melibatkan sejumlah tokoh yang kira-kira akan menyampaikan kepada publik bahwa pesantren, santri adalah aman, pesantren tempat yang aman dan nyaman menyemai akhlak mulia,” ujar Basnang.

Dia menjelaskan Satgas Safe Santri juga akan melibatkan unsur aparat negara, termasuk kepolisian dan kejaksaan. Kehadiran aparat penegak hukum diharapkan memudahkan penanganan apabila terjadi kasus di lingkungan pesantren.

“Karena nanti kalau ada kasus-kasus tentu nanti dengan gampang untuk kemudian kita bawa ke ranah hukum,” kata Basnang.


Ilustrasi santri. Foto: dok. Antara. 

Penguatan perlindungan santri juga mencakup bimbingan konseling di pesantren. Selain itu, Ditjen Pesantren tengah mengomunikasikan rencana sertifikasi pengasuh melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Kita juga mencoba mem-planning-kan ada pengasuh yang teregistrasi atau tersertifikasi lewat Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Ini sedang kita komunikasikan semuanya,” ujar Basnang.

Untuk program prioritas lainnya seperti Dakwah Digital dan Pesantren Adaptif Mandiri, sejumlah nama sudah dirangkul. Antara lain Atta Halilintar dan konten kreator Willie Salim. 

Mereka dianggap memiliki pengaruh kuat di media digital yang bisa mendorong transformasi digital bagi para santri.

"Selain penguatan pesantren dan keilmuannya, medan pengabdian dan pendidikan para santri juga akan kita perluas di sektor digital," kata Basnang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Revitalisasi Sekolah Diperluas
• 23 jam lalu
0
thumb
Berkas Lengkap, Bos Travel Hanania Segera Disidang
• 1 jam lalu
0
thumb
FULL! Ade Darmawan dan Kuasa Hukum Pelapor Adu Data soal Suket Ijazah Gibran, Ada Kejanggalan?
• 13 jam lalu
0
thumb
Sempat Sakit Hati, Sahrul Gunawan Kapok Diroasting Kiky Saputri
• 10 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar Jaringan SMS Judi Online di Makassar, 11 Modem Pool Disita
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.