Perhelatan akbar Bali Tech Week 2026 yang berlangsung selama lima hari di Sanur, Bali, sejak 21 Oktober 2026 resmi berakhir. Forum teknologi ini menghimpun 13 agenda strategis serta mencatatkan 813 pertemuan bisnis antara startup, investor, dan korporasi dari 13 negara.
Dengan tingkat penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 80,6 persen dan lebih dari 350 juta koneksi seluler, pemerintah mengestimasi potensi investasi pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Tanah Air dapat mencapai USD8 miliar hingga USD12 miliar pada periode 2026 hingga 2030.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan hasil pertemuan ini akan dilanjutkan dengan empat agenda aksi nasional, termasuk pemetaan infrastruktur teknologi.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa Bali Tech Week 2026 merupakan pengejawantahan dari tiga prinsip utama kementerian, yakni terhubung, tumbuh, dan terjaga.
"Ini adalah pengejawantahan dari tiga prinsip yang berjalan secara beriringan dari Komdigi, yaitu terhubung, tumbuh, dan terjaga. Jadi bagaimana dengan forum ini kita memperkuat dasar konektivitas kita tidak hanya secara infrastruktur tapi juga secara regional dengan mitra-mitra di ASEAN, dan bagaimana kita mengembangkan, menumbuhkan ekonomi digital dan yang terakhir adalah bagaimana kita menjaga ekosistem digital ini terutama untuk anak-anak dan remaja," ujar Edwin Hidayat Abdullah dalam tayangan Top News Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
Ajang ini mengumpulkan 85 startup pilihan yang dipertemukan dengan 40 venture capital serta 35 korporasi global, memicu lahirnya lebih dari 800 sesi pertemuan tatap muka.
Baca Juga :
Rosan: Indonesia 'Ketiban' Investasi Nyaris Rp4.000 Triliun di 2 Tahun Prabowo-GibranSementara itu di sektor industri gim, ajang AVC IGDX 2026 mempertemukan 244 studio gim lokal dengan 66 publisher internasional dan menghasilkan lebih dari 1.200 sesi pertemuan. Edwin menyoroti tingginya kreativitas karya anak bangsa yang kini telah menembus platform global.
"Game producer besar-besar itu sudah memakai game-game karya anak Indonesia, misalnya di Nintendo Switch, inilah membuat kami ingin sekali menggerakkan dan bagaimana game-game Indonesia produksi anak Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkap Edwin.
Kemkomdigi menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar acara sekali jalan (one-time event), melainkan bagian dari kolaborasi jangka panjang yang melibatkan pemantauan berkala terhadap komitmen investasi. Dalam menciptakan iklim investasi digital yang sehat, Kemkomdigi menerapkan tiga aturan utama.
"Di Komdigi ini punya doktrin bahwa untuk supaya tumbuh atau berkembangnya satu investasi itu ada tiga rules: yang pertama itu adalah kesempatan yang sama bagi semua orang untuk bisa berinvestasi yang kedua adalah fair competition dan yang ketiga kita selalu mengajak bicara stakeholders kita dalam pembuatan regulasi jadi semua kebijakan kita buat predictable ," tegas Edwin.
Pemerintah optimistis langkah-langkah kolaboratif dan regulasi yang adaptif ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam menyongsong ekonomi berbasis digital.





Komentar (0)