PNBP hingga Ekspor Meningkat, Sektor Kelautan dan Perikanan Tunjukkan Kinerja Positif di 2 Tahun Prabowo-Gibran

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kinerja sektor kelautan dan perikanan Indonesia mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan laporan capaian terbaru, penguatan sektor ini terlihat jelas pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), volume produksi, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hingga nilai ekspor perikanan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat empat indikator utama perekonomian sektor kelautan dan perikanan mengalami lonjakan positif dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan pesat ini terlihat jelas dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melonjak dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025, dengan capaian sementara hingga September 2026 telah menyentuh Rp1,645 triliun.
 
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami berupaya mengelola sektor ini seproduktif mungkin, tentunya tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan yang ada," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.


Pekerja tengah memproses komoditas perikanan di pabrik pengolahan. KKP terus menjalankan program prioritas guna meningkatkan daya saing hasil perikanan Indonesia di pasar global. (dok. Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Peningkatan pendapatan negara ini juga sejalan dengan kenaikan volume produksi perikanan nasional yang merangkak naik dari 23,56 juta ton pada 2024 menjadi 26,25 juta ton pada 2025, serta membukukan angka 19,89 juta ton hingga triwulan III-2026. 
 

Baca Juga :

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, KKP Pulihkan Usaha Perikanan Pascabencana Sumatra


Kinerja positif di tingkat produksi dan pendapatan negara tersebut turut mendorong kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, di mana pertumbuhan PDB perikanan melompat tajam dari 0,68 persen pada 2024 menjadi 4,95 persen pada 2025, bahkan terus melesat hingga 6,86 persen pada triwulan II-2026. 

Dari sisi perdagangan internasional, daya saing komoditas perikanan Indonesia di pasar global juga makin solid, terbukti dari nilai ekspor yang naik dari USD5,95 miliar pada 2024 menjadi USD6,27 miliar pada 2025, serta telah berhasil mengumpulkan USD4,23 miliar hingga Agustus 2026.

"Kami masih terus berupaya agar produktivitas terus bergerak naik, yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, fokus kami menjalankan enam program prioritas dari Bapak Presiden, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan, untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan daya saing hasil perikanan kita di pasar domestik maupun global," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Belanja AI
• 18 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Ungkap Ekspor Merkuri Ilegal hingga Perdagangan Sisik Trenggiling
• 7 jam lalu
0
thumb
Menang di Nomor 100 Meter Putra T63, Partin Tambah Perolehan Medali Emas Indonesia di Asian Para Games 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Jadwal KRL Tugu Jogja-Solo 23-25 Oktober 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
136 Prajurit TNI yang Beroperasi di Papua Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.