Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Belanja AI

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia melemah tajam pada perdagangan Jumat (23/10/2026), mengikuti penurunan Wall Street.

Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Tertekan Kekhawatiran Belanja AI. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia melemah tajam pada perdagangan Jumat (23/10/2026), mengikuti penurunan Wall Street seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual luas pada saham teknologi, terutama produsen semikonduktor dan cip memori.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Berpeluang Tes Resistance 5.400-5.450, Perhatikan Enam Saham Berikut

Pasar saham Jepang dan Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan.

Indeks Nikkei 225 dan KOSPI Composite masing-masing turun hampir 2 persen.

Baca Juga:
OJK Soroti Kebutuhan Aktuaris Jelang Tenggat Spin Off Unit Usaha Syariah

Sementara itu, Shanghai Composite melemah 1,47 persen, ASX 200 Australia turun 0,41 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi 0,72 persen.

Tekanan terhadap pasar juga dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Baca Juga:
Saham Skydance Berbalik Turun Usai Elon Musk Diisukan investasi USD1 Miliar

Mengutip Reuters, laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk kemungkinan kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS bulan depan menambah kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian, investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman, termasuk obligasi pemerintah dan yen Jepang.

Dari AS, bursa Wall Street ditutup melemah pada Kamis (22/10).

Indeks Nasdaq mencatat penurunan harian terdalam sejak awal Juni, tertekan aksi jual saham teknologi setelah serangkaian laporan keuangan perusahaan besar memunculkan kekhawatiran baru mengenai besarnya belanja AI.

Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 2,6 persen.

Indeks S&P 500 juga berakhir jauh di zona merah, sedangkan Dow Jones Industrial Average berhasil membukukan kenaikan tipis menjelang penutupan perdagangan.

Saham Meta Platforms (META) anjlok 7 persen meskipun kinerja keuangannya melampaui ekspektasi analis.

Perusahaan induk Facebook tersebut mencatat arus kas keluar untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade akibat pengeluaran terkait AI.

Meta juga mengumumkan rencana penerbitan saham tanpa hak suara melalui pemecahan saham dengan rasio dua banding satu untuk menghimpun modal guna membiayai pengembangan teknologi tersebut.

Saham Tesla (TSLA) turut turun 3,1 persen.

Penurunan ini terjadi meskipun produsen kendaraan listrik tersebut secara tak terduga mencatat arus kas bebas positif pada kuartal berjalan dan memangkas rencana belanja modal untuk 2026.

Tekanan paling besar terlihat pada saham semikonduktor. Philadelphia SE Semiconductor Index (SOX), yang menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasar saham dalam reli saat ini, anjlok 6,7 persen.

Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak 23 Juni.

Pergerakan pasar menunjukkan investor semakin mencermati kemampuan perusahaan teknologi menghasilkan arus kas dan mengimbangi besarnya investasi AI.

Di tengah meningkatnya belanja untuk infrastruktur dan pengembangan teknologi tersebut, kekhawatiran mengenai keberlanjutan pengeluaran mulai membayangi prospek saham-saham yang sebelumnya menopang reli pasar. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Sumsel siapkan 300 personel padamkan karhutla di Padang Sugihan
• 20 jam lalu
0
thumb
Klasemen Asian Para Games 2026: Indonesia Bayangi Kazakhstan dalam Usaha Jauhi Malaysia
• 10 jam lalu
0
thumb
Kapolres Bekasi Dorong Siswa SMKN 1 Siap Ikuti Pelatihan ke Jepang
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemlu Respons Rencana Malaysia Bawa Isu Karhutla ke ASEAN
• 20 jam lalu
0
thumb
Selangkah Lebih Dekat Menuju Rumah dan Kendaraan Impian, Intip Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026 Goes to Grand Wisata
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.