Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng posyandu untuk mengawasi penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sinergi ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman antara BGN dan Tim Pembina Posyandu Pusat di Bali.
"Dengan adanya nota kesepahaman ini, kerja sama kita bukan hanya dalam distribusi MBG, melainkan juga mencakup edukasi gizi, pendataan, dan memastikan penerima manfaatnya tepat sasaran," kata Kepala BGN Sudaryono dilansir dari Antara, Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca Juga :
Kejagung Pastikan Tumpukan Motor Listrik Viral di Bekasi Bukan Barang Bukti Kasus BGNSudaryono mencatat potensi sasaran kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita mencapai sekitar 21 juta jiwa di seluruh Indonesia. Lebih dari 10 juta penerima di antaranya telah terjangkau dan penyalurannya akan terus diperluas secara bertahap.
"MBG ini adalah uang rakyat yang bersumber dari APBN. Oleh karena itu, uang rakyat harus dikonversi menjadi makanan bergizi gratis yang benar-benar tepat sasaran dan memberikan intervensi gizi kepada penerima manfaat. Di sinilah pentingnya data yang benar, termasuk dengan bantuan kader posyandu dan PKK,” ujar Sudaryono.
Badan Gizi Nasional. Foto: humas BGN.
Sudaryono mengatakan kader posyandu diberi akses memantau operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kesesuaian standar operasional dan ketepatan waktu pengiriman. Pengawasan dari tingkat tapak ini diprioritaskan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi serta kawasan 3T.
"Kami ingin kader posyandu menjadi mata dan telinga BGN di lapangan," kata Sudaryono.





Komentar (0)