Bahlil Ungkap Cadangan Stok Pertalite 16-18 Hari, di Bawah Standar Minimal

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan cadangan stok BBM subsidi Pertalite (RON 90) saat ini masih di kisaran 16-18 hari operasi atau coverage days (CD).

Bahlil mengungkapkan, hanya Pertalite saja yang cadangan stoknya di bawah standar minimal, sementara untuk jenis BBM lain terutama nonsubsidi saat ini masih berada di atas standar.

"Untuk cadangan BBM kita sekarang, untuk Pertalite, Bapak Presiden, di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi, RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," ungkapnya saat Sidang Kabinet, dikutip Jumat (23/10).

Dalam bahan paparannya, stok nasional Pertalite mencapai 1.294.997 kiloliter (KL), dengan penyaluran harian atau Daily Objective Throughput (DOT) sebesar 86.322 KL/hari, dan cadangan stok 16-18 hari.

Kemudian Pertamax (RON) sebanyak 436.797 KL, dengan penyaluran harian 19.637 KL/hari, dan ketahanan cadangan stok 22,24 hari. Lalu Pertamax Turbo sebanyak 57.769 KL, penyaluran harian 759 KL/hari, dan cadangan stok 76,11 hari.

Sementara stok Bio Solar sebesar 1.456.854 KL, dengan penyaluran harian 108.144 KL/hari dan cadangan stok dapat bertahan 13,47 hari, sementara Pertamina Dex memiliki stok 83.164 KL, dengan penyaluran harian 2.280 KL/hari dengan cadangan stok 36,47 hari.

Lalu avtur memiliki stok nasional 421.190 KL dan penyaluran harian 14.365 KL/hari dengan cadangan stok 29,32 hari, minyak tanah sebesar 29.329 KL dengan penyaluran harian 1.435 KL/hari dan cadangan stok 20,44 hari, serta LPG memiliki stok 342.817 metrik ton dengan penyaluran harian 26.513 metrik ton/hari dan cadangan stok 12,93 hari.

Bahlil menegaskan bahwa antrean yang terjadi secara masif, terutama di Bali, diakibatkan kendala distribusi bukan karena kurangnya cadangan nasional.

Dia mencontohkan, keterlambatan pengiriman kapal tanker dari Jawa Timur menyebabkan kosongnya pasokan BBM di SPBU Bali. Saat ini, stok BBM di Bali sudah mencapai 12 hari operasi. Selain itu, dia juga mengantisipasi pendangkalan sungai di daerah lainnya.

"Cuma memang kita harus antisipasi di beberapa wilayah yang akibat daripada cuaca ini pendangkalan sungai. Di Kalimantan itu terjadi pendangkalan sungai, di Papua juga, di Asmat itu terjadi pendangkalan sungai yang tadinya bisa lewat laut sekarang kita harus putar lewat darat," ungkap Bahlil.

Dengan demikian, Bahlil menjamin seluruh cadangan stok energi masih aman di atas rata-rata. Pengadaan energi juga tetap dilakukan baik itu dari impor maupun kilang.

"Perpres sudah ditandatangani untuk pengadaan seluruh crude, BBM, dan LPG akan dilakukan langsung secara G to G lewat BLU. Untuk solar, Bapak Presiden, alhamdulillah sudah tidak kita lakukan impor, jadi clear, khususnya solar 48. Solar CN 51 kita masih sebagian melakukan impor," tandas Bahlil.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejari Jember tahan tersangka baru kasus korupsi sosraperda
• 13 jam lalu
0
thumb
Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Suami Fadia Arafiq Bakal Dipanggil Ulang
• 5 jam lalu
0
thumb
Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth Sebut Progres Pembangunan Capai 83 Persen
• 2 jam lalu
0
thumb
BNPB: Kebakaran Lahan di Magetan Sudah Berhasil Padam
• 8 jam lalu
0
thumb
Museum Louvre, Orsay, Picasso tutup jelang protes nasional Prancis
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.