Polri Ungkap Kasus 1 Ton Ketamine, Kapolri Sebut Jadi Kado 2 Tahun Prabowo-Gibran

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Dalam setiap kesempatan, Presiden Prabowo selalu menyampaikan pesan agar seluruh aparat penegak hukum untuk bersatu padu demi mencegah pengedaran narkoba.

Polri Ungkap Kasus 1 Ton Ketamine, Kapolri Sebut Jadi Kado 2 Tahun Prabowo-Gibran

IDXChannel - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut bahwa pengungkapan kasus kapal tanker pembawa narkoba ketamine 1,16 Ton merupakan kado terindah untuk pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

"Dan ini jadi kado terindah untuk 2 tahun pemerintahan pak Prabowo dan pak Gibran," kata Suyudi di Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). 

Baca Juga:
Sinergi Pengamanan Natal dan Tahun Baru, Menhub Temui Kapolri di Mabes Polri

Suyudi menjelaskan, dalam setiap kesempatan, Presiden Prabowo selalu menyampaikan pesan agar seluruh aparat penegak hukum untuk bersatu padu demi mencegah pihak yang ingin mengedarkan narkoba ke Indonesia. 

"Kita harus selalu kuat bersatu padu intuk bisa mengungkap kejahatan-kejahatan para pelaku yang ingin menyelundupkan barang barang terlarang ke Indonesia," kata Suyudi. 

Baca Juga:
Anggap Vape Pintu Masuk Narkotika, Kapolri Upayakan Larangan Peredaran

Suyudi menjelaskan, dalam penangkapan ini, aparat melakukan pemantauan beberapa bulan sebelumnya akhirnya kapal tanker tersebut ditangkap. 

"Nah, kita memang seperti itu, kita selalu menganalisa kapal itu tidak sebentar, 3 bulan, paling sebentar 6 bulan," kata Suyudi.

Baca Juga:
Pastikan Usut 98 Korporasi di Kasus Karhutla, Kapolri: Identitas Tersangka Segera Disampaikan

Pada September 2026, kata Suyudi, kapal tersebut berangkat dari tempat docking yaitu di Pasir Gudang, Johor, Malaysia. Menuju perairan Andaman, Thailand. 

"Rutenya dilalui adalah dari Pasir Gudang menuju Portland untuk melakukan bunker atau mengisi air dan BBM. Setelah beberapa hari di Portland, kapal melanjutkan pelayaran menuju laut adaman untuk melakukan ship to ship guna menerima muatan ketamine," ucap Suyudi. 

Terkait hal itu, kata Suyudi, modus tersebut kerap dilakukan para penyelundup narkoba khususnya yang melakukan pengiriman melalui jalur laut. 

"Nah, inilah Bapak Ibu sekalian, modus para penyelundup itu seperti itu, mereka datang dari beberapa negara, kadang dari wilayah-wilayah Laos dan sebagainya, kemudian mengadakan transaksi laut adaman atau juga bisa selat malaka ship to ship dari kapal ke kapal," papar Suyudi. 

"Ada kapal membawa barang, ada yang menerima, begitu abis nanti diisi lagi, terus aja begitu," katanya. 

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Puji Kinerja Kabinet Merah Putih, Pengamat: Kalau Rakyat Ikut Bangga, Enggak Perlu Diumumkan
• 10 jam lalu
0
thumb
Pelaku Usaha Diminta Optimalkan Peluang Ekonomi Karbon melalui Penguatan Data
• 21 jam lalu
0
thumb
3 HP Murah dengan Layar 120Hz, Harganya Nggak Sampai Rp2 Jutaan
• 18 jam lalu
0
thumb
Unjuk Rasa Lanjutan Bikin Level Waspada Prancis Maksimal
• 8 menit lalu
0
thumb
Serikat Usaha Muhammadiyah ke Yiwu: Kota Grosir dan Supermarket Terbesar Dunia
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.