Pemerintah Bakal Tambah Kuota BBM Pertalite

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah berencana akan menambah kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengungkap penambahan kuota pertalite ini disebabkan oleh konsumen BBM nonsubsidi RON 92 seperti pertamax yang berpindah ke pertalite.

Perpindahan itu terjadi akibat kenaikan BBM sejak terjadinya perang antara Amerika Serikat dan Iran yang menyebabkan ditutupnya selat Hormuz. 

Baca Juga :
Bahlil Lapor ke Prabowo, PNBP Energi Tembus Rp127,74 Triliun hingga Oktober 2026
Kilang Balikpapan Rampung 99 Persen, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman

"Ada kenaikan (kuota). Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Masih kami kaji," ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Bahlil mengatakan akan mengaji penambahan kuota pertaline pada akhir bulan ini. Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengaji kesiapan anggaran penambahan kuota pertalite. 

"Untuk pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise di akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan," ucap Bahlil.

Untuk diketahui, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi pertalite naik hingga 12,92 persen pada Juli 2026, tepatnya sebulan setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan rata-rata penyaluran pertalite sebelum terjadinya kenaikan harga pertamax adalah 75.795 kiloliter (kl) per hari. Akan tetapi, setelah harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026, terjadi lonjakan rata-rata penyaluran pertalite.

Pada 10 Juni 2026, konsumsi pertalite tercatat sebanyak 82.760 kl per hari, naik 9,19 persen dengan selisih 6.965 kl per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran pertalite sebelum kenaikan harga pertamax.

Kemudian, pada Juli 2026, kenaikan konsumsi pertalite kembali terjadi, yakni sebanyak 85.589 kl per hari, naik 12,92 persen dengan selisih 9.794 kl per hari apabila dibandingkan dengan rata-rata penyaluran pertalite sebelum kenaikan harga pertamax.

Pada periode Agustus, ujar Wahyudi, terjadi penurunan konsumsi pertalite apabila dibandingkan dengan bulan Juli. Rata-rata penyaluran pertalite pada bulan Agustus berada di kisaran 84.368 kl per hari, lebih rendah dibandingkan dengan bulan Juli. (ANT)

Baca Juga :
Bahlil Temukan Truk Tambang dan Perkebunan Antre BBM Subsidi di Kalimantan, Siap Ditindak!
Menteri ESDM, Bahlil Evaluasi Lima Konsesi Tambang Tembaga dan Emas
Perkuat RDMP Balikpapan, Bahlil Tegaskan Pemerintah dan Pertamina Pastikan Distribusi Energi Terjaga

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepala BNPB: Pemerintah tegas tindak pelaku pembakaran hutan
• 4 jam lalu
0
thumb
Polri Sita 1,16 Ton Ketamin di Belawan, Cegah Potensi Kerugian Rp116 Triliun
• 9 jam lalu
0
thumb
Editorial MI: Jaga Pesantren Ramah Anak
• 16 jam lalu
0
thumb
Puncak Bulan Bakti Karang Taruna 2026 di Yogyakarta Dorong Aksi Kemanusiaan
• 5 jam lalu
0
thumb
Leani Ratri buka perjuangan para bulu tangkis di final dengan perak
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.