Polri Sita 1,16 Ton Ketamin di Belawan, Cegah Potensi Kerugian Rp116 Triliun

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Belawan: Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin dari kapal tanker MT Global 168 di Perairan Belawan, Sumatra Utara, berpotensi mencegah kerugian negara hingga Rp116 triliun dari sisi biaya rehabilitasi. Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi biaya rehabilitasi Rp20 juta per orang selama enam bulan dan potensi penyalahgunaan ketamin terhadap 5,8 juta orang.

“Dengan asumsi biaya rehabilitasi Rp20 juta per orang selama enam bulan, maka kita telah mencegah kerugian biaya rehabilitasi sebesar Rp116 triliun,” kata Suyudi dalam dalam konferensi pers pengungkapan 1,16 ton narkoba di Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumut, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.

Suyudi menjelaskan, estimasi tersebut dihitung berdasarkan asumsi satu gram ketamin dapat disalahgunakan oleh lima orang. Dengan barang bukti mencapai 1,16 ton, penyitaan itu dinilai berpotensi mencegah jutaan orang mengalami ketergantungan dan membutuhkan rehabilitasi.

“Terkait potensi penyelamatan jiwa, dengan asumsi bahwa satu gram ketamin dapat disalahgunakan oleh lima orang, maka penyitaan ini telah berhasil menyelamatkan 5,8 juta jiwa generasi penerus bangsa dari bahaya ketergantungan,” ujarnya.

Selain potensi pencegahan biaya rehabilitasi, Suyudi menyebut nilai ekonomis ketamin yang disita diperkirakan mencapai Rp3,48 triliun. Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi harga gelap ketamin sebesar Rp3 juta per gram.

“Dari segi ekonomis, dengan asumsi harga gelap saat ini adalah Rp3 juta per gram, maka total valuasi barang bukti yang berhasil kita sita mencapai Rp3,48 triliun,” kata Suyudi.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pemantauan tim analis Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terhadap pergerakan kapal MT Global 168 sejak Agustus 2026. Kapal tanker tersebut diduga melakukan transaksi pemindahan narkotika antarkapal atau ship-to-ship di kawasan Laut Andaman sebelum melintasi Selat Malaka.

Baca Juga :

Kapolri Ungkap Modus Penyelundupan Ketamin Kapal MT Global 168, Matikan Sinyal Pelacak hingga Ganti Nama

Menurut Suyudi, kapal tersebut diduga mematikan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS) selama tiga hari 17 jam untuk menghindari deteksi aparat. Kapal itu juga pernah menggunakan nama Suroshio Maru No. 08.

“Modus-modus para penyelundup itu selalu mematikan AIS pada saat mereka sedang transaksi,” ungkap Suyudi.

Tim gabungan BNN, Bea Cukai, Bareskrim Polri, dan Polair Baharkam Polri kemudian mengamankan kapal tersebut di perairan Tanjungbalai Asahan, Sumatra Utara. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 58 karung ketamin hidroklorida atau ketamine HCl dengan berat bruto 1,16 ton.

Petugas turut mengamankan delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing. Selain itu, satu kapal tanker dan 14 unit telepon seluler disita sebagai barang bukti.

Suyudi menyebut pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga untuk mencegah masuknya narkotika ke Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika.

“Sindikat akan selalu mencari celah. Kecurigaan di lapangan dan kepedulian masyarakat adalah mata dan telinga yang menjadi bagian dari benteng pertahanan bangsa kita,” tegasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DHL Express: Kurir Lebih Nyaman Pakai Mobil Listrik, Tak Mudah Capek
• 11 jam lalu
0
thumb
Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Kain dan Plastik di Kabupaten Tangerang, Polisi Lakukan Penyelidikan
• 23 jam lalu
0
thumb
Jadwal MotoGP Australia 2026: Balapan Terakhir di Phillip Island jadi Medan Pertarungan Jorge Martin vs Marc Marquez
• 13 jam lalu
0
thumb
International Relations Connect 2026, Prodi HI Unifa Ajak Generasi Muda Mengenal Dunia Global Lewat Mini MUN
• 57 menit lalu
0
thumb
SANF dan PRTL Tebar Dividen Interim 2026, Segini Nilainya
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.