Wuhu, CNBC Indonesia - Pabrik mobil mewah asal China, Luxeed, mengandalkan dominasi robot dalam proses produksinya. Sejumlah pekerjaan yang biasanya membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari pengelasan bodi hingga pemasangan sunroof sudah dikerjakan dengan bantuan robot. Namun, bukan berarti seluruh proses produksi berlangsung tanpa campur tangan manusia.
CNBC Indonesia dan beberapa media lainnya dari Indonesia berkesempatan melihat langsung proses produksi pabrik yang berlokasi di Wuhu, Provinsi Anhui, China. Dengan dukungan teknologi manufaktur pintar, kapasitas produksi dirancang mencapai 300.000 kendaraan per tahun.
Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah area pengelasan bodi atau welding workshop. Di area ini, ratusan robot bekerja untuk menyambungkan bagian-bagian logam yang nantinya membentuk kerangka mobil. Proses pengelasan tertentu dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu menit.
Meski sudah mengandalkan otomatisasi, manusia masih dibutuhkan untuk mendukung jalannya produksi. Tercatat sekitar 200 pekerja terlibat di bagian pengelasan, berdampingan dengan sistem robotik yang menangani pekerjaan secara berulang dengan tingkat presisi tinggi. Kombinasi ini menjadi bagian dari upaya pabrik menjaga kecepatan sekaligus konsistensi hasil produksi.
Dalam operasionalnya, fasilitas ini menerapkan dua shift kerja setiap hari, dengan masing-masing shift berlangsung selama 8 jam. Artinya, total waktu produksi yang dicatat mencapai 16 jam sehari, bukan beroperasi penuh selama 24 jam. Dengan kecepatan lini sekitar 60 unit per jam, kapasitas teoritisnya bisa mencapai 960 unit selama 16 jam, meski angka produksi aktual bergantung pada kelancaran operasional dan kebutuhan produksi.
Di bagian perakitan, pemanfaatan robot juga terlihat ketika bodi mobil mulai disatukan dengan komponen lainnya. Robot pengangkat digunakan untuk memindahkan bodi kendaraan, termasuk ketika proses pemasangan komponen utama dilakukan. Sementara itu, pemasangan jok yang membutuhkan posisi presisi turut dibantu oleh sistem robotik.
Teknologi otomatisasi juga digunakan saat pemasangan sunroof. Robot tidak sekadar memasang komponen tersebut, tetapi dilengkapi sistem untuk mendeteksi posisi sunroof agar pemasangannya sesuai dengan titik yang telah ditentukan. Proses ini penting untuk menjaga akurasi pemasangan sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam perakitan.
Setelah tahapan pemasangan komponen utama, proses produksi berlanjut ke bagian bawah kendaraan. Ban dipasang sebelum sasis dan komponen terkait diselesaikan sesuai urutan di lini produksi. Setiap tahapan dirancang agar kendaraan dapat berpindah dari satu proses ke proses berikutnya tanpa menghambat alur kerja secara keseluruhan.
Fasilitas Luxeed ini juga disiapkan untuk memproduksi kendaraan dengan konfigurasi setir kanan yang dibutuhkan pasar ekspor. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa lini produksi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi permintaan konsumen China, tetapi juga mendukung rencana ekspansi ke pasar internasional. Fleksibilitas produksi menjadi penting bagi merek yang tengah memperluas jangkauan bisnisnya.
Pabrik ini mendukung produksi sejumlah model Luxeed, termasuk sedan S7, SUV R7 dan RX, serta MPV V9. Dalam pengembangan mereknya, Luxeed juga memperkenalkan LLounge dan Stormax ke pasar global sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan kendaraan premium. Beragam model tersebut membutuhkan lini produksi yang mampu menyesuaikan proses perakitan dengan karakteristik masing-masing kendaraan.
Luxeed dijadwalkan memasuki pasar Indonesia pada kuartal II-2027, dengan LLounge menjadi model yang disorot untuk ekspansi awal. Tidak ketinggalan, dengan rilisnya STORMAX ke pasar global, ada kemungkinan mobil ini juga bakal rilis di Indonesia.
(fys/wur)





Komentar (0)