BANDUNG, iNews.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pria yang akrab disapa KDM ini mengaku tengah berada di lapangan untuk memimpin langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Ciremai.
Sebelumnya, video Presiden Prabowo Subianto mengecek daftar kehadiran seluruh kepala daerah dalam Rakornas TPAKD sempat menarik perhatian publik lantaran Presiden secara khusus menanyakan keberadaan Gubernur Jabar.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penanganan karhutla tersebut dilakukan atas koordinasi dan arahan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).
KDM bahkan mengaku telah mengirimkan pesan via WhatsApp kepada Mensesneg dan Sekretaris Kabinet (Seskab) untuk meminta izin penanganan darurat di lapangan yang bertepatan dengan jadwal pengarahan presiden.
Baca Juga:Bertemu Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Menhan Sjafrie Bahas Latihan Bersama hingga Kapal Selam Scorpene"Kami sudah berkomunikasi dan melapor via WhatsApp kepada Pak Mensesneg dan Seskab terkait situasi darurat karhutla di Gunung Ciremai yang bersamaan dengan acara pengarahan Presiden," ujar Dedi Mulyadi di Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
KDM memastikan kondisi karhutla di kawasan Gunung Ciremai sudah dapat dikendalikan. Total luas lahan yang terdampak kebakaran tercatat mencapai sekitar 30 hektare.
Penanganan darurat dilakukan secara intensif memanfaatkan operasi pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter bantuan dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Udara, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Di jalur darat, Pemprov Jabar menerjunkan sedikitnya 500 personel gabungan untuk melakukan penyekatan api dengan memfungsikan kembali kanal-kanal alami di dalam hutan. Petugas dan relawan membersihkan sampah di saluran kanal agar pasokan air mengalir lancar untuk menghadang perambatan lidah api.
Mengenai pemicu kebakaran, Pemprov Jabar menduga ada oknum tak bertanggung jawab yang sengaja membakar semak dan ilalang menjelang datangnya musim tanam pada November mendatang.
Baca Juga:Kronologi Pemobil Tabrak 2 Pencuri Motor di Lumajang, 1 Pelaku Tewas Hantam TiangTak hanya isu karhutla, Dedi Mulyadi juga menyoroti maraknya kasus pembalakan liar dan pencurian kayu jenis sonokeling di kawasan hutan lindung. Untuk mempercepat penangkapan pelaku, KDM bahkan menyiapkan hadiah uang tunai secara pribadi.
"Kami menduga ada yang sengaja membakar ilalang untuk persiapan musim tanam. Selain itu, kami soroti pencurian kayu sonokeling. Bagi masyarakat yang bisa memberikan informasi akurat mengenai pelaku pencurian kayu, saya siapkan imbalan Rp10 juta," kata KDM.
#jabar





Komentar (0)