PSI: Jokowi Bikin Pusing Banyak Orang, Dimaki Gak Tumbang, Dipuji Biasa Aja

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedy Nur Palakka menyoroti sikap pihak-pihak yang terus menyerang Joko Widodo (Jokowi), termasuk melalui polemik ijazah yang turut menyeret Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menilai, kebencian terhadap mantan presiden tersebut justru memunculkan paradoks karena berbagai serangan justru tidak banyak mempengaruhi sikap Jokowi.

Olehnya itu, ia menilai sosok Jokowi kerap membuat banyak orang kebingungan karena tetap tenang meski menerima beragam kritik dan makian.

Baca Juga: Pakar: Ada Informasi Gibran Itu Sebenarnya Tidak Lulus SMP di Indonesia

"Kebencian irrasional dan tokoh seperti Jokowi ini memang agak paradoks dan bikin pusing banyak orang," tulisnya di akun X, dikutip Jumat (23/10/2026).

"Dimaki-maki ngga tumbang, dipuji-puji juga biasa saja," sambung Dedy.

Menurut Dedy, tujuan Jokowi selama menjabat sebagai presiden bukan sekadar menghadapi kritik atau mengejar pujian. Ia menyebut Jokowi memiliki keinginan agar Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan menilai hal itu telah dibuktikan selama dua periode kepemimpinannya.

"Yang ia mau sebenarnya sederhana, Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat dan ia sendiri membuktikan itu saat menjabat sebagai presiden dua periode," ujarnya.

Dedy juga menyoroti pihak-pihak yang masih menjadikan Jokowi sebagai sasaran oposisi, meskipun pemerintahan saat ini dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

"Sekarang rezim dan tantangan zamannya sudah ngga sama, tapi para pembenci masih saja berpikir kalau Jokowi adalah presidennya," sebut dia.

Baca Juga: 'Masyarakat Jangan Dibodohi', Loyalis Sebut Ijazah Gibran Tidak Ditemukan, Bukan Tidak Punya

Ia pun menyindir pola perlawanan politik yang dinilainya lebih tertuju kepada Jokowi ketimbang pemerintahan yang sedang berjalan.

"Makanya ada istilah "beroposisi pada Jokowi" bukan pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Aneh bin ajaib," tutup Dedy.

Sebelumnya, Jokowi sendiri mengaku menyadari adanya pihak yang berupaya menyerang dirinya dan Gibran melalui polemik ijazah. 

"Sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Jokowi menduga tuduhan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya dan Gibran berpotensi digunakan untuk merusak reputasi politik keduanya. 

"Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran)," ujarnya.

Meski tuduhan terus bergulir, Jokowi mengaku tidak terlalu mempersoalkan berbagai serangan yang diarahkan kepada dirinya maupun keluarganya. 

"Buat saya ya biasa saja," imbuhnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Bongkar Judi Online Bermodus Permainan di Jakbar
• 16 jam lalu
0
thumb
Pakar soal Redefinisi Korupsi: Pernyataan Luhut Buat Publik Kehilangan Substansi
• 22 jam lalu
0
thumb
6 Makanan Pemicu Peradangan yang Memicu Lemak Perut Menumpuk
• 5 jam lalu
0
thumb
Karhutla Gunung Ciremai Meluas Tembus 60 Hektare, Angin Kencang Hambat Pemadaman
• 17 jam lalu
0
thumb
Polri Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Sidoarjo, Kerugian Negara Capai Rp2,14 Miliar
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.