Presiden Prabowo Subianto mengatakan persoalan antrean BBM yang sempat terjadi di Bali bukan disebabkan stok yang tidak tersedia, melainkan adanya kendala distribusi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10), yang diunggah di akun Youtube Setpres pada Jumat (23/10).
"Saudara-saudara, yang yang tadi kita alami di Bali keterlambatan pasokan minyak ya, bukan karena stoknya enggak ada, karena distribusinya," kata Prabowo.
Prabowo kemudian memerintahkan Menteri ESDM, Direktur Utama Pertamina, Danantara, hingga jajaran BUMN terkait untuk memeriksa kembali kontrak-kontrak yang berkaitan dengan distribusi tersebut.
Dalam penutup Sidang Kabinet, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah dan para tokoh nasional yang kini bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden.
"Sekali lagi terima kasih atas bantuan Saudara-saudara, dukungan saudara kepada saya. Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya ya," kata Prabowo.
Menurutnya, pemerintah masih menghadapi banyak pekerjaan, tantangan, dan kelemahan yang harus diselesaikan bersama.
"Jadi pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama kita atasi bersama ya. We have to work as a team," pungkasnya.






Komentar (0)