Prabowo Gaspol PLTS 100 GWp, Investasi Tembus Rp1.140 Triliun

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mendorong percepatan pembangunan energi terbarukan melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp). 

Program ambisius ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp1.140 triliun.

Program PLTS 100 GWp resmi diluncurkan di Kabupaten Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026. Pemerintah berharap pengembangan energi surya ini tidak hanya memperkuat pasokan listrik nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut program tersebut berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. 

Penghematan itu diproyeksikan berasal dari pemanfaatan PLTS yang didukung sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

“Program PLTS 100 GWp ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun dengan total investasi sekitar USD73 miliar atau lebih dari Rp1.140 triliun, sekaligus berpotensi menghemat subsidi APBN hingga Rp73,9 triliun per tahun,” kata Bahlil, sebagaimana dikutip pada Senin, 19 Oktober 2026.

BACA JUGA:Pramono Siapkan Revitalisasi Pasar Baru dan Glodok Pecinan Usai MRT Rampung 2027

Prabowo Luncurkan 15 Proyek PLTS di Enam Provinsi

Hingga saat ini, Presiden Prabowo telah meluncurkan 15 proyek PLTS yang tersebar di enam provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Total kapasitas dari 15 proyek awal tersebut mencapai sekitar 5,3 GWp. Investasi yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp135 triliun.

Pembangunan PLTS akan menggunakan sejumlah pendekatan, mulai dari pembangkit yang dipasang di atas permukaan tanah atau ground-mounted, PLTS atap, hingga PLTS terapung.

Pilihan teknologi dan lokasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi matahari sesuai kondisi wilayah. PLTS atap, misalnya, dapat memanfaatkan area bangunan, sedangkan PLTS terapung berpotensi memanfaatkan permukaan waduk atau perairan yang memenuhi persyaratan teknis.

Meski demikian, pembangunan dalam skala besar tetap membutuhkan kesiapan jaringan listrik, sistem penyimpanan energi, pendanaan, dan rantai pasok peralatan. Faktor-faktor tersebut menjadi penting agar listrik yang dihasilkan PLTS dapat dimanfaatkan secara optimal.

Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1.140 triliun. Pemerintah akan menggandeng BUMN, perusahaan swasta nasional dan internasional, perbankan, serta berbagai instrumen pembiayaan hijau untuk memenuhi kebutuhan pendanaan tersebut.

“Dengan 100 GWp ini, kita akan  benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apapun di bagian manapun dunia,” tegas Prabowo.

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • »
  • Last

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM-BRAN bahas isu HAM dan reforma agraria di Indonesia 
• 14 menit lalu
0
thumb
Comeback ke Pink Spiders, Mantan Rekan Megawati Hangestri Bertekad Raih Gelar Juara V-League 2026–2027
• 16 jam lalu
0
thumb
Saham Skydance Berbalik Turun Usai Elon Musk Diisukan investasi USD1 Miliar
• 7 jam lalu
0
thumb
KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Dua Kali Pemeriksaan
• 2 jam lalu
0
thumb
Polri Tangkap 8 Orang Terkait Kapal Tanker Bawa 1 Ton Ketamine, Ini Perannya
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.