Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI Prabowo Subianto mencurigai sejumlah perusahaan asing yang mengantongi izin usaha di Indonesia terindikasi ikut menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Kepala Negara juga menyebut ada perusahaan-perusahaan yang diketahui telah melanggar aturan hingga 19 kali.
"Ternyata ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab. Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar tiga kali, empat kali. Ada yang belasan kali. Ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya sudah tidak usah lagi,” katanya dalam Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (23/10/2026).
Meski demikian, Prabowo belum ingin menyebutkan nama-nama perusahaan yang terindikasi ikut menyebabkan terjadinya karhutla.
"Nanti pada saatnya kita umumkanlah nama-nama itu," ujarnya.
Kepala Negara menegaskan tidak akan ragu-ragu menindak perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan asing, yang terbukti melanggar dan terlibat menyebabkan karhutla.
"Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa. Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas, cari anak-anak muda yang bagus-bagus,” katanya.
Prabowo yakin para pembakar hutan itu bukanlah masyarakat Kalimantan.
"Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," pungkasnya. (ant/nsi)





Komentar (0)