Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa demonstrasi yang tidak diselenggarakan oleh serikat pekerja akan dilarang dalam beberapa hari mendatang.
Kebijakan tersebut diambil setelah meningkatnya kerusuhan dalam aksi protes baru-baru ini.
“Untuk beberapa hari ke depan, khususnya Sabtu, permohonan demonstrasi atau perkumpulan dari kelompok yang tidak memiliki legitimasi untuk mengajukan permintaan semacam itu akan dilarang oleh pejabat prefektur,” kata Macron setelah rapat Dewan Keamanan, dikutip dari Anadolu, Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca Juga :
Polisi Prancis Seret Mahasiswa Pengunjuk Rasa dari Lokasi Blokade di ParisPermohonan tersebut kemudian akan diperiksa oleh pejabat prefektur, yakni pejabat yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menangani wilayah atau departemen tertentu.
“Pejabat prefektur akan mengusulkan rute alternatif jika permohonan diajukan oleh organisasi serikat pekerja. Jika permohonan tidak berasal dari organisasi serikat pekerja, demonstrasi akan dilarang sejauh memungkinkan untuk memulihkan ketertiban serta melindungi tempat usaha dan bangunan publik,” ujar Macron.
Macron mengakui adanya “kekurangan dalam antisipasi dan unsur kejutan” selama demonstrasi nasional pekan lalu yang memprotes kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar.
Ia mengatakan pejabat prefektur telah mengambil sejumlah langkah yang diperlukan, termasuk melarang perkumpulan dan demonstrasi serta memberlakukan jam malam di sejumlah wilayah.
“Peristiwa tadi malam sekali lagi menunjukkan perlunya langkah-langkah tersebut,” kata Macron.
Macron juga mengatakan penyelidikan lebih mendalam sedang dilakukan. Ia menyinggung dugaan tindakan politik, bahkan tindakan yang disebutnya bertujuan menggulingkan Republik, yang dilakukan kelompok sayap kiri jauh terorganisasi.
Macron mengumumkan akan menggelar rapat Dewan Pertahanan pada Jumat untuk memastikan persiapan menghadapi situasi keamanan telah dilakukan dengan baik serta menetapkan keputusan tambahan jika diperlukan.





Komentar (0)