Gelar New Asia Forum 2026, Danantara Incar Investasi hingga USD30 Miliar

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Danantara Indonesia menyampaikan perkembangan persiapan New Asia Forum (NAF) 2026 yang akan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali. Diselenggarakan di bawah patronase Presiden Prabowo Subianto dengan Danantara Indonesia sebagai founding partner, NAF 2026 menargetkan mobilisasi USD30 miliar investasi untuk masuk ke kawasan Asia.

Melalui forum ini, Danantara Indonesia bersama para pemimpin dan investor global akan mendorong redefinisi peran Asia dalam perekonomian dunia, dari kawasan yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi global menjadi pusat investasi, inovasi, dan penciptaan nilai jangka panjang. NAF juga dirancang untuk menerjemahkan potensi tersebut menjadi peluang investasi konkret melalui kemitraan strategis dan mobilisasi modal internasional.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan NAF dirancang untuk mendorong transaksi dan implementasi investasi, dengan Danantara Indonesia berperan sebagai co-investor bersama mitra global. Asia-Pasifik saat ini menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global, namun alokasi modal internasional jangka panjang ke kawasan tersebut masih belum optimal. NAF hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan mempertemukan investor global dan peluang investasi yang siap ditindaklanjuti.

"Mandat Danantara Investment Management adalah menarik modal swasta dan global untuk berinvestasi bersama kami di sektor-sektor strategis Indonesia. New Asia Forum ini menjadi platform untuk mewujudkannya. Di NAF, kami akan mengumumkan komitmen modal dan investasi strategis sekaligus menunjukkan Danantara Indonesia hadir sebagai anchor investor yang mampu mendorong masuknya capital berkualitas ke Indonesia," kata Pandu, Kamis, 22 Oktober 2026.

NAF 2026 ditargetkan untuk mempertemukan lebih dari 1.000 pemimpin global dengan lebih dari 100 pembicara, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Chairman & CEO SoftBank Group Masayoshi Son. Penyelenggaraan forum terbagi dalam dua agenda utama, yakni "Discovery & Diligence" pada 3 Desember 2026 dan "Action & Execution" pada 4 Desember 2026. Melalui kedua agenda tersebut, NAF diharapkan dapat mendorong tercapainya kesepakatan awal investasi (heads of terms) dan struktur pembiayaan yang bankable.
 

Baca Juga :

Danantara Rampungkan Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah

NAF sebagai platform untuk menarik modal jangka panjang
Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Mansury, menekankan pentingnya NAF sebagai platform untuk menarik modal jangka panjang (long-term capital) ke kawasan Asia, sejalan dengan semakin besarnya peran kawasan tersebut sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi global.

"Justru di sinilah pusat gravitasi untuk pertumbuhan berada. Dengan demikian, pertumbuhan dalam skala besar dapat benar-benar terwujud, anchored by ASEAN, sekaligus didorong oleh Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN," ujar dia.

Pahala menambahkan, dengan perkembangan geopolitik yang ada, Indonesia bisa menjadi negara destinasi bagi permodalan dari Tiongkok, Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara lain yang sedang mencari rumah baru.

Sejalan dengan upaya menarik investasi global melalui NAF 2026, Danantara Indonesia terus memperkuat portofolio investasi strategis melalui PT Danantara Investment Management (DIM). Berbagai inisiatif yang dijalankan mencerminkan pendekatan Danantara dalam mengembangkan peluang investasi di sektor-sektor prioritas, membangun kemitraan dengan pelaku industri global, serta mendorong penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.


Danantara akan gelar New Asia Forum (NAF) 2026. Foto: dok Danantara.


Dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), tiga proyek tahap pertama di Bali, Bekasi, dan Bogor telah memasuki tahap konstruksi. Sementara delapan mitra tahap kedua telah menerima Conditional Letter of Award untuk delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota.

Di sektor pengembangan ekosistem Haji dan Umrah, DIM telah merampungkan akuisisi Novotel Thakher Makkah yang memiliki 1.461 kamar pada 11 Agustus 2026, serta lahan seluas 4,4 hektare (ha) di kawasan Thakher, Makkah, pada 18 Oktober 2026. Sementara itu, dalam pengembangan sektor pangan dan agribisnis, DIM juga menjalin kemitraan dengan JBS Group melalui rencana investasi USD2,5 miliar untuk 25 persen kepemilikan pada joint venture yang menaungi operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.

Selain perkembangan investasi tersebut, sektor infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi salah satu fokus strategis Danantara Indonesia. Sektor ini sekaligus menjadi bagian dari delapan sektor prioritas yang akan dibahas dalam NAF 2026, dengan sejumlah peluang investasi baru yang direncanakan untuk diumumkan dalam forum tersebut.
 

Baca Juga :

34 Institusi Keuangan Gabung Lenders Panel PSEL Danantara, Ini Tujuannya
  Danantara berhati-hati investasi di bidang AI
Managing Director Investment Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengatakan pihaknya memiliki beberapa proyek, termasuk data center yang akan diumumkan di acara NAF 2026.

"Kami berharap ini menjadi salah satu contoh masuknya investasi dalam skala besar ke Indonesia. Bagi Danantara, investasi hanya salah satu faktor, tapi yang penting juga dalam semua investasi kita, baik domestik maupun luar, adalah bagaimana kita mengakuisisi teknologi, pengetahuan, kapabilitas, dan SDM," kata dia.

Stefanus menegaskan, Danantara akan tetap berhati-hati dalam berinvestasi di bidang AI, dengan perhatian utama pada energi dan air. Dari sisi energi, kata dia, untuk data center berskala besar, pihaknya tetap menerapkan prinsip BYOE (Bring Your Own Energy) agar tidak mengganggu pasokan energi yang saat ini dibutuhkan untuk masyarakat. Ia juga menekankan, setiap proyek data center harus menggunakan teknologi closed loop, sehingga pengambilan air sangat minim.

"Sebisa mungkin, kami juga mendorong adanya water treatment system dan desalinasi air. Pendekatan investasi Danantara adalah membawa modal, dengan memastikan setiap investasi dilakukan secara benar dan tepat, baik bagi masyarakat maupun lingkungan," tambah dia.

Melalui NAF 2026, Danantara Indonesia berupaya mempertemukan peluang investasi strategis dengan modal dan kapabilitas mitra global, sekaligus mendorong terbentuknya kemitraan yang dapat ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Komitmen dan perkembangan investasi yang dihasilkan dari forum ini juga akan dipantau secara berkelanjutan untuk memastikan implementasi yang terukur dan penciptaan nilai jangka panjang.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kericuhan Demo Biaya Hidup Mahal di 5 Negara Eropa, Termasuk di Perancis dan Italia | SAPA PAGI
• 18 jam lalu
0
thumb
Sejumlah Respons soal Redefinisi Korupsi yang Disulkan Luhut
• 22 jam lalu
0
thumb
BULOG Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan Kapal di Makassar
• 11 jam lalu
0
thumb
Potret bursa kerja Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Kado Hari Santri, Universitas Sunan Gresik Siapkan 25 Beasiswa Kedokteran Gigi untuk Santri
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.