PSS Sleman evaluasi lini pertahanan usai kalah lawan Persik

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Kediri (ANTARA) - PSS Sleman mengevaluasi lini pertahanan tim setelah kalah melawan Persik Kediri dengan skor 1-2 dalam laga Super League di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra usai pertandingan menilai timnya bermain cukup baik, tetapi kesalahan individu di lini pertahanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Pieter mengatakan kedua tim menunjukkan permainan positif dan sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol. Namun, ia menilai PSS Sleman kurang beruntung dalam sejumlah keputusan pertandingan, termasuk penalti yang diberikan kepada lawan dan gol PSS yang dianulir karena offside.

“Kedua tim bermain dengan cara yang positif, seperti sepak bola seharusnya dimainkan. Kedua tim memiliki peluang,” katanya.

Ia menilai keputusan penalti yang diberikan kepada lawan cukup mudah, jika dilihat dari sudut pandang timnya.

Dirinya juga mempertanyakan keputusan wasit yang menganulir gol PSS Sleman karena menilai posisi pemain dalam proses terjadinya gol tersebut tidak menunjukkan offside.

Menurut dia, posisi yang dipersoalkan terjadi dalam rangkaian serangan sebelum umpan terakhir menuju gol. Karena itu, ia berharap keputusan tersebut dapat dievaluasi dengan melihat kembali tayangan pertandingan.

Meski menyoroti sejumlah keputusan pertandingan, ia mengakui timnya melakukan kesalahan yang harus segera diperbaiki. Ia menilai kesalahan di lini pertahanan memberikan lawan kesempatan terlalu mudah untuk menciptakan peluang berbahaya.

“Kesalahan bertahan tidak boleh memberikan kesempatan dua atau tiga kali kepada lawan untuk melakukan tembakan atau sundulan yang berujung gol,” ujarnya.

Baca juga: Persik Kediri taklukkan PSS Sleman 2-1

Ia mengatakan PSS sempat menunjukkan periode permainan yang baik, terutama menjelang akhir babak pertama setelah mencetak gol penyeimbang. Namun, pada babak kedua, timnya dinilai belum mampu menjaga permainan secara konsisten dan beberapa kali kehilangan penguasaan bola.

Ia menegaskan PSS harus memperbaiki aspek pertahanan serta mengurangi kesalahan individu agar dapat meraih hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan permainan tim dalam tiga pertandingan terakhir. Menurut dia, para pemain mulai memahami pola permainan yang diinginkan dan menunjukkan peningkatan kondisi fisik setelah menjalani persiapan yang tidak ideal.

Ia menjelaskan persiapan pramusim PSS menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan kontrak pemain. Jeda kompetisi saat agenda FIFA menjadi kesempatan bagi tim untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan pemahaman pemain terhadap strategi pelatih.

“Sekarang perlahan-lahan saya mulai melihat tim seperti yang saya inginkan. Kami masih bisa dan harus bermain lebih baik,” katanya

Ia menambahkan, proses adaptasi PSS juga dipengaruhi perbedaan kualitas dan komposisi pemain ketika tim promosi dari Liga 2 ke kompetisi kasta tertinggi.

Menurut dia, proses perekrutan pemain dan penyusunan tim membutuhkan perencanaan agar sesuai dengan kebutuhan taktik.

Selain membahas performa tim, Pieter menyampaikan apresiasi kepada suporter PSS yang tetap mendukung tim saat menjalani pertandingan tandang. Ia menilai dukungan suporter menjadi bagian penting bagi tim, meskipun hasil pertandingan terkadang tidak sesuai harapan.

“Kami selalu menghargai suporter yang bepergian bersama tim. Terkadang mereka marah ketika kami kalah, dan itu tidak masalah,” ujarnya.

Pieter berharap PSS dapat segera mengevaluasi kekurangan, memperbaiki kesalahan individu, dan memanfaatkan pertandingan selanjutnya untuk kembali meraih hasil positif.

Baca juga: Madura United taklukkan Persib Bandung 1-0

Baca juga: Gol bunuh diri Yuran antar PSM Makassar bungkam Persebaya Surabaya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Sulut tahan dua mantan pejabat terkait dana publikasi media
• 46 menit lalu
0
thumb
Wamenkes: Indonesia Masih Peringkat 2 Kasus TB Dunia, Nutrisi Jadi Sorotan
• 14 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Beruntun Kembali Terjadi akibat Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang Hanya 1-3 Meter
• 7 jam lalu
0
thumb
Pesisir Selatan Jawa, Titik Kritis Hiu Paus Terdampar
• 11 jam lalu
0
thumb
Kisah Nenek Waryanah 13 Tahun Rawat Cucu yang Lumpuh, Pendapatan Rp 30 Ribu/Hari
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.