Dino Patti Djalal Ingatkan Risiko Terkikisnya Kredibilitas Diplomasi Indonesia

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, mengingatkan pemerintah agar cermat menjaga arah kebijakan politik luar negeri di tengah tingginya dinamika geopolitik global. Ia menegaskan bahwa trust (kepercayaan) dan kredibilitas merupakan aset termahal bangsa yang tidak boleh dikompromikan.

Dino mengingatkan, kekuatan geografis dan posisi strategis Indonesia tidak akan berdaya di panggung dunia jika Jakarta kehilangan modal utamanya: rasa hormat dan kepercayaan dari komunitas internasional.

"Banyak negara superpower seperti Amerika Serikat, tapi kehilangan kredibilitas. Respect and love cannot be forced, it has to be earned. Kita selama ini dikenal sebagai negara yang punya prinsip dan kredibel. Makanya pemerintah harus hati-hati, jangan sampai 'trust' dan kredibilitas ini terkuras. Karena begitu terkuras, sangat susah membangunnya kembali," ujar Dino dalam acara Wealth Wisdom 2026 Permata Bank di Jakarta (22/10).

Selain itu dino menjelaskan, di tengah dunia yang kian kacau, ASEAN wajib diposisikan sebagai pijakan utama diplomasi Indonesia. Indonesia mengantongi modal kuat berupa kedekatan dan kerja sama yang terbangun lama dengan seluruh anggota seperti Laos, Thailand, Kamboja, hingga Malaysia serta ditopang aturan main yang jelas melalui ASEAN Charter. 

"Jadi kalau dunia terbakar, tanggung jawab kita adalah we cannot control that, but at least Asia Tenggara kita jaga dan aman. Itu tanggung jawab moral, politik, diplomatik, dan strategis kita," ujar Dino.

Efektivitas diplomasi kawasan tersebut terbukti nyata di panggung internasional. Berdasarkan pengalamannya bertugas di Washington DC, Dino mengungkapkan bagaimana nilai tawar Indonesia melonjak drastis manakala Indonesia membawa nama besar ASEAN.

"Waktu saya di Amerika Serikat sebagai Dubes, kalau saya mewakili Indonesia, orang membuka pintu. Welcome. Tapi kalau saya mewakili Indonesia dan membawa ASEAN, kredibilitas dan relevansi kita berlipat ganda. Karena kita membawa Asia Tenggara," pungkasnya.

Terakhir, Dino juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak opsi strategis (options) dan daya tawar yang tinggi karena keunggulan geografisnya. Sebagai negara terbesar keempat di dunia sekaligus archipelago terbesar di antara Samudra India dan Pasifik, setiap kekuatan global yang ingin aktif di kawasan Indo Pasifik tentu harus merangkul dan bekerja sama dengan Indonesia. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga, Dibuka Rp 18.036 per US$ Pagi ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Real Madrid menang meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig
• 23 jam lalu
0
thumb
Gelar New Asia Forum 2026, Danantara Incar Investasi hingga USD30 Miliar
• 7 jam lalu
0
thumb
PBB: Ribuan orang mengungsi akibat eskalasi kekerasan di RD Kongo
• 16 jam lalu
0
thumb
Malaysia Mau Bawa Isu Karhutla ke ASEAN, Ini Tanggapan Kemlu RI
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.