Prabowo Bidik Kredit Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan, Sasar 28 Juta Keluarga hingga Petani dan Nelayan

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit untuk masyarakat kecil mencapai Rp400 triliun pada tahun depan. 

Program ini diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, masyarakat pedesaan, hingga warga yang tinggal di daerah terpencil dan tertinggal.

Target tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli keluarga di berbagai daerah. 

Pemerintah ingin akses kredit tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan atau pelaku usaha besar, tetapi juga menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan.

Prabowo menyampaikan target tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

BACA JUGA:Prabowo Ancam Cabut Konsesi Tambang yang Mangkrak Lebih dari Dua Tahun

Menurut Prabowo, penyaluran kredit tersebut diproyeksikan menyasar sekitar 28 juta keluarga. Jika setiap keluarga terdiri atas rata-rata empat orang, program ini berpotensi menjangkau sekitar 100 juta penduduk Indonesia.

“Nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga, jika dihitung anak istri bisa dikali empat sehingga kurang lebih (menjangkau) 100 juta rakyat kita,” kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, target penyaluran kredit sebesar Rp400 triliun disesuaikan dengan kemampuan negara saat ini. Meski begitu, jumlah tersebut masih berpotensi meningkat apabila pemerintah mampu mengamankan dan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Ia menegaskan bahwa penyaluran kredit untuk masyarakat kecil akan dilakukan secara lebih masif. Pemerintah ingin pembiayaan tersebut dapat membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pendapatan keluarga.

Prabowo mengungkapkan bahwa penyaluran kredit yang telah berjalan saat ini mencapai sekitar Rp53 triliun dan menjangkau dua juta warga.

Angka tersebut menjadi gambaran awal bagi pemerintah untuk memperluas cakupan pembiayaan pada periode berikutnya. Namun, peningkatan target menjadi Rp400 triliun tentu membutuhkan perencanaan yang matang, kesiapan lembaga penyalur, serta mekanisme pengawasan yang baik.

“Setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata, ini yang sedang kami perjuangkan,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah ingin kebijakan pembiayaan masyarakat tidak berhenti pada penyaluran dana semata. Kredit diharapkan dapat membantu keluarga memperoleh penghasilan yang lebih baik dan memiliki kemampuan belanja yang lebih kuat.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Integrasikan Pendidikan Perubahan Iklim ke PAUD, Anak Belajar Lewat Permainan

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gestur Silangkan Jari di Leher Jadi Sorotan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tegas Janji Copot Ajudan Usai Didemo Mahasiswa
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Targetkan 700 BUMN Ditutup hingga Desember 2026, Soroti Perusahaan Merugi dan Laporan Keuangan Palsu
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi Amankan Kapal Pembawa 1 Ton Ketamine di Perairan Belawan
• 15 jam lalu
0
thumb
Jangan Asal Pakai Sepatu Baru, Ini Hal yang Harus Dihindari Sebelum Ikut Lomba Lari
• 6 jam lalu
0
thumb
Realisasi Belanja APBD DKI Baru 54,39 Persen, Pramono Ingatkan Penumpukan Akhir Tahun
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.