Industri makanan dan minuman tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan manufaktur nasional.
IDXChannel - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengungkapkan bahwa industri makanan dan minuman (mamin) tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan manufaktur nasional. Pada semester I tahun 2026, subsektor ini tumbuh sebesar 6,77 persen dan memberikan kontribusi 41,86 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
“Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman mencatat realisasi investasi sebesar Rp47,74 triliun pada semester I 2026, terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp19,46 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp28,28 triliun,” ujar Sarmuji saat melakukan kunjungan kerja ke PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, dia mengakui kontinuitas pasokan dan harga gas industri serta bahan baku masih perlu mendapat perhatian agar sektor ini dapat tumbuh lebih tinggi.
"Ada beberapa hal yang masih memerlukan dukungan, misalnya terkait gas industri serta bahan baku yang kontinuitas pasokan dan harganya masih perlu mendapat perhatian kita bersama. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar industri, khususnya makanan dan minuman, dapat tumbuh lebih tinggi lagi," kata Sarmuji.
Sarmuji menyebut industri mamin sebagai penyangga industri nasional. Produk mamin Indonesia, menurutnya, juga makin diminati di pasar global dan menjadi salah satu penopang ekspor.
"Industri makanan dan minuman kita sedang sangat baik dan menjadi penyangga bagi industri nasional. Produk-produk Indonesia juga semakin diminati di luar negeri, mulai dari biskuit hingga mi instan yang banyak kita jumpai di berbagai negara," ujarnya.
(NIA DEVIYANA)






Komentar (0)