Mengapa berbagi bisa membuat seseorang merasa lebih bahagia?

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Perasaan senang setelah membantu orang lain berkaitan dengan perilaku prososial, yaitu tindakan yang bertujuan memberikan manfaat bagi orang lain. Bentuknya beragam, mulai dari memberikan bantuan materi, menyumbangkan uang, meluangkan waktu, hingga memberikan dukungan emosional.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin pada 2013 menganalisis data dari 136 negara. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan uang untuk membantu orang lain berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi di berbagai negara, baik negara berpendapatan tinggi maupun rendah.

Penelitian tersebut juga mencakup sejumlah eksperimen yang menemukan bahwa tindakan berbagi dapat meningkatkan emosi positif. Namun, hasil ini tidak berarti setiap orang pasti merasa lebih bahagia setelah membantu orang lain. Pengalaman setiap individu dapat berbeda, bergantung pada situasi dan bentuk bantuan yang diberikan.

Baca juga: Psikolog ingatkan empati perlu diimbangi batasan sehat

Baca juga: Setiap individu miliki cara masing-masing untuk ekspresikan kedukaan

Ada beberapa hal yang dapat menjelaskan mengapa seseorang merasa lebih bahagia setelah berbagi, diantaranya yaitu:

1. Memberikan perasaan bahwa diri kita berguna

Membantu orang lain dapat memberikan perasaan bahwa tindakan yang dilakukan memiliki arti. Misalnya, ketika seseorang membantu teman yang sedang kesulitan atau memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan, ia dapat merasakan bahwa tindakannya membawa perubahan positif.

Perasaan tersebut berkaitan dengan makna dan tujuan dalam kehidupan. Seseorang tidak hanya berfokus pada kebutuhan pribadinya, tetapi juga melihat bagaimana tindakannya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Kebahagiaan yang muncul bukan semata-mata karena mendapatkan pujian atau balasan. Mengetahui bahwa bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat juga dapat menjadi sumber kepuasan emosional.

2. Membantu mempererat hubungan sosial

Berbagi dapat menjadi cara untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Ketika seseorang memberikan bantuan, mendengarkan keluh kesah teman, atau meluangkan waktu untuk keluarga, hubungan sosial dapat menjadi lebih dekat.

Hubungan yang positif memberikan kesempatan bagi seseorang untuk merasakan dukungan, kepercayaan, dan rasa memiliki. Hal-hal tersebut merupakan bagian penting dari kesejahteraan psikologis.

Meski demikian, tidak semua tindakan berbagi otomatis mempererat hubungan. Bantuan yang diberikan perlu mempertimbangkan kebutuhan penerima, batasan pribadi, serta situasi yang sedang dihadapi.

3. Memunculkan emosi positif

Tindakan berbagi dapat menimbulkan perasaan senang, lega, bersyukur, atau puas. Perasaan ini dapat muncul ketika seseorang melihat bahwa bantuannya diterima dengan baik atau berhasil meringankan beban orang lain.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 2008 menguji hubungan antara penggunaan uang untuk diri sendiri dan penggunaan uang untuk orang lain. Dalam eksperimen tersebut, peserta yang ditugaskan membelanjakan uang untuk orang lain melaporkan kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan peserta yang membelanjakan uang untuk dirinya sendiri.

Temuan tersebut memberikan bukti eksperimental bahwa cara seseorang menggunakan uang dapat berkaitan dengan kebahagiaan, bukan hanya jumlah uang yang dimiliki. Namun, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa besarnya pengaruh tersebut tidak selalu sama dalam setiap eksperimen.

4. Membuat seseorang merasa terhubung dengan lingkungannya

Berbagi juga dapat membantu seseorang merasa menjadi bagian dari lingkungan sosialnya. Ketika terlibat dalam kegiatan sukarela, membantu tetangga, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial, seseorang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain.

Baca juga: Psikolog bagikan kiat berempati pada pihak yang tengah berduka

Keterlibatan tersebut dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Seseorang juga dapat memahami bahwa masalah yang dihadapi orang lain tidak selalu dapat diselesaikan sendiri dan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting.

Meski begitu, manfaat ini tidak hanya berasal dari memberi bantuan. Menerima bantuan, menjalin persahabatan, dan merasakan dukungan dari orang lain juga merupakan bagian penting dari hubungan sosial yang sehat.

5. Memberikan kepuasan karena bantuan terasa nyata

Seseorang dapat merasakan kebahagiaan ketika mengetahui bahwa bantuan yang diberikan benar-benar membawa manfaat. Misalnya, memberikan makanan kepada seseorang yang membutuhkan, membantu teman menyelesaikan pekerjaan, atau menemani anggota keluarga yang sedang menghadapi masalah.

Artikel Harvard Business School pada 2023 membahas penelitian tentang hubungan antara pengeluaran untuk orang lain dan kebahagiaan. Ulasan tersebut menemukan bahwa manfaat emosional dari berbagi cenderung lebih terasa ketika seseorang terlibat langsung dalam tindakan memberi dan memahami dampak positif yang dihasilkan.

Artinya, berbagi tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Bantuan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan penerima dapat memberikan pengalaman emosional yang bermakna bagi kedua belah pihak.

Bagaimana cara berbagi agar memberikan dampak positif?

Berbagi tidak harus selalu berupa uang atau barang. Ada berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu orang lain sekaligus membangun hubungan sosial yang lebih sehat.

1. Mulai dari hal sederhana

Membantu pekerjaan rumah, membawakan makanan untuk teman, atau menawarkan bantuan kepada tetangga merupakan contoh tindakan kecil yang dapat memberikan manfaat.

2. Berikan bantuan secara sukarela

Berbagi sebaiknya dilakukan atas kemauan sendiri, bukan semata-mata karena tekanan sosial atau keinginan mendapatkan pujian. Kebebasan menentukan bentuk bantuan membuat seseorang dapat menyesuaikannya dengan kemampuan dan nilai yang diyakini.

Baca juga: Dukungan yang diperlukan saat memproses duka kehilangan

3. Sesuaikan bantuan dengan kebutuhan penerima

Sebelum memberikan sesuatu, pahami terlebih dahulu bantuan yang dibutuhkan. Tidak semua orang memerlukan bantuan dalam bentuk yang sama.

4. Jangan mengabaikan kebutuhan diri sendiri

Berbagi bukan berarti harus selalu mengutamakan orang lain hingga mengorbankan kesehatan, waktu istirahat, atau kondisi keuangan pribadi. Menetapkan batasan merupakan bagian penting agar kebiasaan membantu dapat dipertahankan tanpa menimbulkan kelelahan.

5. Belajar menerima bantuan dari orang lain

Hubungan sosial yang sehat melibatkan proses memberi dan menerima. Menerima bantuan ketika membutuhkan bukan berarti menjadi beban bagi orang lain, melainkan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan kepedulian.

Dalam wawancara yang diterbitkan Harvard Catalyst pada 13 Januari 2026, psikolog sosial Sara Konrath menekankan pentingnya komunitas yang saling peduli, kebebasan memilih untuk membantu, dan dampak nyata dari bantuan yang diberikan. Ketiga unsur tersebut dinilai penting agar tindakan berbagi dapat memberikan manfaat tanpa membuat pemberi bantuan mengalami kelelahan emosional.

Apakah berbagi selalu membuat seseorang bahagia?

Meskipun berbagai penelitian menunjukkan hubungan positif antara kemurahan hati dan kebahagiaan, manfaat tersebut tidak selalu dirasakan oleh setiap orang dalam semua situasi.

Seseorang dapat merasa tertekan apabila terus-menerus membantu karena tuntutan orang lain, merasa bersalah ketika menolak permintaan, atau memberikan bantuan melebihi kemampuannya. Kondisi tersebut dapat mengurangi manfaat emosional yang biasanya berkaitan dengan tindakan berbagi.

Karena itu, penting untuk membedakan antara membantu secara sukarela dan membantu karena merasa terpaksa. Kepedulian terhadap orang lain tetap perlu disertai perhatian terhadap kondisi diri sendiri.

Pada akhirnya, perasaan lebih bahagia setelah berbagi dapat berkaitan dengan munculnya emosi positif, hubungan sosial yang lebih dekat, dan perasaan bahwa tindakan yang dilakukan memiliki makna. Kebahagiaan tersebut tidak harus diperoleh melalui pemberian besar atau pengorbanan berlebihan.

Bantuan sederhana yang diberikan dengan tulus, sesuai kebutuhan penerima, dan tetap mempertimbangkan kemampuan diri dapat menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

Baca juga: 5 cara meningkatkan empati agar lebih peka pada perasaan orang lain

Baca juga: Arti "tone deaf", karakteristik dan penyebab seseorang kurang empati

Baca juga: Kebangkitan Nasional dan krisis empati


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Selain Bharada Andika, Sejumlah Personel Poludara Dimintai Keterangan terkait Kasus Penembakan Bharatu Valdo
• 6 jam lalu
0
thumb
Hubungan Bruno Fernandes dan Michael Carrick Memanas usai MU Ditekuk Como
• 4 jam lalu
0
thumb
Honda Dikabarkan Siapkan ZR-V TrailSport 2027, SUV Hybrid dengan Desain Lebih Gagah
• 3 jam lalu
0
thumb
Como Bikin Manchester United Merana, Nico Paz Menggila dan Setan Merah Dibantai 4-1
• 11 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Kabinet Merah Putih, Indeks Reformasi Birokrasi Nasional Meningkat
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.