Dari Tutup Botol Bekas, Novita Sari Bantu Mahasiswa Raih Beasiswa

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sampah plastik yang berserakan di jalanan kerap dianggap sebagai persoalan lingkungan yang sulit diatasi. Namun, bagi Novita Sari, tumpukan sampah yang ditemuinya di Jakarta justru menjadi awal dari sebuah gerakan yang kini membantu mahasiswa mendapatkan akses pendidikan.

Melalui ATMI Recycle Studio, Novita mengolah tutup botol plastik bekas menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Hasil penjualannya tidak hanya digunakan untuk mengembangkan kegiatan daur ulang, tetapi juga menjadi sumber beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Politeknik ATMI Cikarang.

Perjalanan Novita bermula pada 2012, ketika ia merasa prihatin melihat sampah yang berserakan di Jakarta, terutama saat musim liburan. Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang lingkungan, ia terdorong untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Pada akhir tahun tersebut, Novita bergabung dengan Gerakan Orang Muda Peduli Sampah. Kepeduliannya terus berkembang hingga pada 2021, ia bersama Romo Kristiono Puspo SJ, Mona Windoe, dan Elizabeth mendirikan ATMI Recycle Studio di Politeknik ATMI Cikarang.

Gerakan ini mengajak mahasiswa terlibat langsung dalam pengolahan sampah plastik, termasuk membuat mesin pengolah plastik skala rumah tangga. Tutup botol bekas yang terkumpul kemudian dipilah, dicuci, dicacah, dipanaskan, dan dicetak menjadi berbagai produk, mulai dari medali, plakat, furniture, hingga souvenir.

Menariknya, manfaat gerakan tersebut tidak berhenti pada upaya mengurangi sampah plastik. Hasil penjualan produk dan mesin pengolah plastik dikembalikan kepada mahasiswa dalam bentuk beasiswa. Melalui program ini, sekitar 10–20 mahasiswa memperoleh bantuan untuk melanjutkan pendidikan.

Perjalanan mengembangkan gerakan daur ulang tersebut tidak selalu mudah. Pada awalnya, Novita menghadapi keterbatasan pasokan bahan baku karena kebiasaan memilah sampah belum terbentuk. Namun, dukungan dari berbagai pihak membantu gerakan ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Novita juga aktif memberikan edukasi tentang cara mengolah sampah plastik menggunakan peralatan sederhana. Pengetahuan tersebut dibagikan kepada masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan sampah sekaligus membuka peluang usaha mikro.

Atas kontribusinya, Novita menerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2025 Bidang Lingkungan untuk Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upayanya menghadirkan manfaat lingkungan, ekonomi, dan pendidikan melalui gerakan daur ulang.

Semangat yang ditunjukkan Novita juga sejalan dengan penyelenggaraan 17th SATU Indonesia Awards 2026. Tahun ini, Astra kembali memberikan apresiasi kepada generasi muda yang menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat. Sebanyak 10 finalis telah diumumkan dan akan melalui tahap penjurian akhir sebelum penerima apresiasi tahun ini ditetapkan.

Lantas, bagaimana Novita membangun ATMI Recycle Studio hingga mampu membantu pendidikan mahasiswa? Apa saja tantangan yang dihadapinya dalam mengajak masyarakat mengolah sampah plastik?

Simak perjalanan inspiratif Novita Sari selengkapnya dalam ASTRA MAGZ edisi September 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pencuri di Kantor Jasa Pengiriman Pangkep Ditangkap, Ternyata Mantan Karyawan
• 9 jam lalu
0
thumb
Samsung Galaxy S26 FE, Nyaris Flagship
• 22 jam lalu
0
thumb
Pemkab Jember Diminta Bentuk Tim Advokasi untuk Siswa SR Korban Penganiayaan
• 20 jam lalu
0
thumb
Hasil Lengkap 18 Pertandingan Matchday ke-3 Liga Champions dan Pencetak Golnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Yusril: Pernyataan Luhut Soal Definisi Korupsi Layak Dipertimbangkan
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.