HARIAN,FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Andi Nurhaldin Nurdin Halid (NH) mulai mendapat dukungan untuk maju dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Makassar.
DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulsel merekomendasikan Nurhaldin sebagai calon ketua partai berlambang pohon beringin tersebut di tingkat Kota Makassar.
Rekomendasi itu menjadi salah satu poin penting dalam Rapat Pleno II DPD AMPI Sulsel yang berlangsung di Aula DPD Partai Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa Nomor 2, Makassar pada Rabu, 21 Oktober 2026 malam.
Dukungan tersebut menambah dinamika menjelang Musda Golkar Makassar, terutama dalam pembahasan figur yang dinilai layak memimpin partai di tingkat kota.
Namun, rekomendasi AMPI belum menjadi penetapan calon resmi karena proses pencalonan dan pemilihan ketua tetap harus mengikuti mekanisme internal Partai Golkar.
Rapat pleno dipimpin langsung Ketua DPD AMPI Sulsel, Andi Nurhaldin NH, dan dihadiri jajaran pengurus organisasi.
Selain membahas rekomendasi untuk Musda Golkar Makassar, forum tersebut juga menjadi ajang konsolidasi internal, evaluasi program kerja, serta pembahasan agenda strategis organisasi.
Dalam arahannya, Nurhaldin menekankan pentingnya menjaga soliditas dan menyatukan langkah seluruh jajaran pengurus untuk memastikan program organisasi berjalan efektif.
“Rapat pleno ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyamakan langkah seluruh pengurus, sekaligus memastikan seluruh program kerja dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rekomendasi AMPI Sulsel kepada Nurhaldin menunjukkan adanya aspirasi dari lingkungan organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Golkar mengenai kepemimpinan partai di Makassar.
Pengalaman organisasi dan keterlibatan Nurhaldin dalam konsolidasi kader menjadi bagian dari pertimbangan yang disampaikan jajaran pengurus dalam memberikan rekomendasi tersebut.
Meski demikian, dukungan organisasi sayap belum cukup untuk memastikan arah akhir kontestasi. Dinamika Musda Golkar Makassar juga akan ditentukan oleh persyaratan pencalonan, mekanisme pemilihan, serta dukungan pemilik suara sesuai aturan partai.
Karena itu, perkembangan rekomendasi ini menjadi salah satu hal yang patut dicermati dalam proses konsolidasi Golkar di Makassar. Terlebih, Musda bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan juga momentum menentukan arah organisasi dan menata kekuatan partai menghadapi agenda politik mendatang.
Di sisi lain, Rapat Pleno II AMPI Sulsel turut membahas persiapan kegiatan organisasi, laporan pelaksanaan Musda AMPI kabupaten/kota se-Sulsel, serta penguatan kaderisasi.
Melalui rapat tersebut, AMPI Sulsel menegaskan komitmen memperkuat konsolidasi dan mendorong kader muda mengambil peran dalam kehidupan sosial, pembangunan daerah, serta kepemimpinan politik.(ams)






Komentar (0)