RI-Jerman buka peluang kolaborasi dan peningkatan kualitas riset

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang untuk meningkatkan kolaborasi pendanaan penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan profesor, hingga pengembangan kapasitas perguruan tinggi bersama Jerman.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan penjajakan kerja sama ini dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, sekaligus membangun kolaborasi riset yang berdampak bagi kedua negara.

"Kami berpikir untuk bisa mengembangkan joint research. Kita bisa memberikan pendanaan di sisi Indonesia, dan sisi Jerman juga dapat memberikan pendanaan," kata Mendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Menteri Brian menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Jerman berpotensi membuka akses, dan peluang mobilitas mahasiswa dan profesor.

Kerjasama ini ke depannya juga dapat memberi pengalaman akademik internasional, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antarkampus dan budaya.

Menanggapi hal ini, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste menyoroti bahwa biaya pendidikan di Jerman dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi mahasiswa Indonesia yang mencari kesempatan studi di luar negeri.

Sementara, Presiden German Academic Exchange Service (DAAD) Joybrato Mukherjee menekankan pentingnya kemitraan yang memberi manfaat bagi kedua negara.

Ia mencontohkan riset biodiversitas dan pengembangan kawasan perkotaan sebagai bidang yang membutuhkan pengetahuan serta keahlian dari Indonesia maupun Jerman.

Diketahui, kedua pihak juga membicarakan kemungkinan pembentukan Joint Working Group pada tingkat pelaksana. Mekanisme ini dapat dieksplorasi sebagai ruang untuk mendiskusikan prioritas, memetakan mitra perguruan tinggi, dan mengidentifikasi skema kolaborasi yang memungkinkan.

Kesempatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi internasional yang semakin erat dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan pembangunan nasional.



Baca juga: Dongkrak nilai tambah RI, Mendiktisaintek minta kampus perkuat riset

Baca juga: Mendiktisaintek utamakan tiga hal untuk membangun pengelolaan gambut


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Warga sebut truk parkir sembarangan di Jalan Jampea ganggu lalu lintas
• 18 jam lalu
0
thumb
Teknologi Mobil Listrik Makin Berkembang, Wuling Mitra EV Mulai Masuk Industri Logistik
• 21 jam lalu
0
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di 5 Wilayah Riau, Asap Mengancam
• 15 jam lalu
0
thumb
BEI Ubah Kriteria Evaluasi IHSG, Saham HSC Dikeluarkan Mulai 2 November
• 14 jam lalu
0
thumb
Kemenperin Dorong Insentif Mobil Hibrida dan REEV
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.