Kejati Jabar Tahan Wabup Indramayu dalam Kasus Korupsi Rp18,7 Miliar

jpnn.com
59 menit lalu
Cover Berita

jpnn.com, INDRAMAYU - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menahan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin dalam kasus tindak pidana korupsi tunjangan perumahan dan transportasi DPRD Kabupaten Indramayu TA 2022-2025.

Selain Syaefudin, Kejati Jabar juga menahan IH yang saat itu menjabat Plt Sekretaris DPRD Indramayu. 

BACA JUGA: Kejati Jabar Sebut S Berstatus Tersangka Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

Sementara AF, pejabat yang saat itu menjabat Sekretaris DPRD Indramayu tidak bisa hadir dengan alasan baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas.

"Tim penyidik hari ini melakukan upaya paksa penahanan terhadap dua tersangka yaitu S (Syaefudin) dan IH," kata Kasipenkum Kejati Jabar Nur Sricahyawijaya di Kantor Kejati Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (21/10/2026).

BACA JUGA: Massa Aksi Desak Kejaksaan Transparan Tuntaskan Kasus Korupsi yang Menjerat Wabup Indramayu

Kejati Jabar menilai perbuatannya telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp 18,7 miliar. 

Syaefudin dan IH dititipkan sementara ke Rutan Kebon Waru Bandung. Keduanya dinyatakan sehat untuk menjalani proses hukum tersebut.

BACA JUGA: Jadi Tersangka Korupsi, Wabup Indramayu Ajukan Praperadilan, Kejati Jabar Siap Hadapi

"Kedua tersangka kami tahan selama 20 hari sampai tanggal 9 November 2026. Jadi dari hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan sehat untuk dilakukan upaya paksa penahanan," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Syaefudin dan IH dijerat Pasal 603 Jo Pasal 20 huruf c Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsider Pasal 604 KUHP Jo Pasal 20 huruf c Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mcr27/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri Tetapkan 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 3 di Antaranya Perusahaan Asing
• 3 jam lalu
0
thumb
98 Resolution Network Paparkan Gerak Nyata 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 9 jam lalu
0
thumb
Akankah Karier Sarwendah Membaik? Jeng Nimas Terawang Nasibnya ke Depan
• 6 jam lalu
0
thumb
BI Pertahankan BI Rate 5,75%, Bagaimana Kebijakan Terbaru untuk Rupiah?
• 9 jam lalu
0
thumb
Kim Jong Un Muncul Usai Diisukan Meninggal Akibat Pendarahan Otak
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.