Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat realisasi investasi sebesar Rp91 triliun pada triwulan III 2026 atau periode Juli hingga September, sekaligus menempatkan provinsi tersebut sebagai daerah dengan capaian investasi tertinggi secara nasional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menyampaikan capaian tersebut di Bandung, Rabu.
Menurut Dedi, realisasi investasi Jawa Barat sebesar Rp91 triliun memberikan kontribusi sekitar 17,2 persen terhadap total investasi nasional pada periode yang sama.
Secara nasional, realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun atau tumbuh 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara tahunan atau year on year (yoy).
"Nilai ini juga merupakan yang tertinggi secara nasional di periode tersebut, dan mengukuhkan Jawa Barat sebagai destinasi investasi utama di Indonesia," kata Dedi Taufik.
Capaian tersebut didukung oleh investasi asing dan dalam negeri yang masing-masing memberikan kontribusi besar terhadap total penanaman modal di Jawa Barat.
Investasi Asing Jawa Barat Capai Rp54,3 Triliun, Tertinggi NasionalDedi menjelaskan bahwa tingginya realisasi investasi Jawa Barat pada triwulan III 2026 terutama ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai Rp54,3 triliun.
Nilai investasi asing tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional dengan kontribusi sekitar 20,1 persen terhadap keseluruhan realisasi PMA di Indonesia pada periode yang sama.
Selain investasi asing, Jawa Barat mencatat realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp36,7 triliun.
Capaian PMDN tersebut menempatkan Jawa Barat pada peringkat kedua nasional dengan kontribusi sekitar 14,2 persen terhadap total investasi dalam negeri di Indonesia.
Jika digabungkan, realisasi PMA sebesar Rp54,3 triliun dan PMDN sebesar Rp36,7 triliun menghasilkan total investasi Jawa Barat mencapai Rp91 triliun sepanjang Juli hingga September 2026.
Berdasarkan komposisi tersebut, investasi asing menyumbang sekitar 59,7 persen terhadap total realisasi investasi Jawa Barat.
Sementara itu, investasi dalam negeri memberikan kontribusi sekitar 40,3 persen dari keseluruhan investasi yang masuk ke provinsi tersebut.
Besarnya kontribusi kedua sumber investasi tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu tujuan utama penanaman modal di Indonesia.
Total Investasi Jawa Barat Januari-September 2026 Capai Rp229,1 TriliunKinerja investasi pada triwulan III 2026 melanjutkan capaian Jawa Barat pada semester pertama tahun yang sama.
Sebelumnya, realisasi investasi Jawa Barat selama semester I 2026 atau periode Januari hingga Juni telah mencapai Rp138,13 triliun.
Dengan tambahan investasi sebesar Rp91 triliun pada triwulan III, akumulasi realisasi investasi Jawa Barat sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai sekitar Rp229,1 triliun.
Capaian selama sembilan bulan pertama tersebut semakin mendekatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada target investasi tahunan yang telah ditetapkan.
DPMPTSP Jawa Barat menargetkan total realisasi investasi sepanjang 2026 mencapai Rp276,88 triliun.
Berdasarkan akumulasi investasi sebesar Rp229,1 triliun, Jawa Barat telah merealisasikan sekitar 82,7 persen dari target investasi tahunannya hingga akhir September 2026.
Dengan demikian, Jawa Barat masih membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp47,78 triliun pada triwulan IV atau periode Oktober hingga Desember 2026 untuk mencapai target tersebut.
Jawa Barat Ungguli Jakarta dan Jawa Timur dalam Realisasi InvestasiBerdasarkan data DPMPTSP Jawa Barat, terdapat lima provinsi dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional pada triwulan III 2026.
Jawa Barat menempati peringkat pertama dengan realisasi investasi mencapai Rp91 triliun, sekaligus menjadi satu-satunya provinsi dalam lima besar yang mencatatkan investasi di atas Rp90 triliun.
Provinsi Jakarta berada di peringkat kedua nasional dengan realisasi investasi sebesar Rp75,7 triliun.
Sementara itu, Jawa Timur menempati posisi ketiga dengan capaian investasi mencapai Rp37,8 triliun.
Sulawesi Tengah berada pada peringkat keempat dengan realisasi investasi sebesar Rp30,6 triliun.
Adapun Provinsi Banten menempati posisi kelima nasional dengan nilai investasi mencapai Rp28,4 triliun.
Jika dibandingkan dengan Jakarta yang berada di peringkat kedua, realisasi investasi Jawa Barat pada triwulan III 2026 lebih tinggi sekitar Rp15,3 triliun.
Selisih tersebut memperlihatkan posisi Jawa Barat sebagai provinsi dengan nilai penanaman modal terbesar pada periode Juli hingga September 2026.
Jawa Barat Kejar Sisa Target Investasi Rp47,78 Triliun pada Akhir 2026Dengan realisasi investasi yang telah mencapai sekitar Rp229,1 triliun hingga September 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin mendekati target tahunan sebesar Rp276,88 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen target investasi tahun 2026 telah terealisasi dalam sembilan bulan pertama.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih memiliki periode Oktober hingga Desember 2026 untuk mengejar kekurangan investasi sekitar Rp47,78 triliun.
Kontribusi investasi asing yang mencapai Rp54,3 triliun pada triwulan III menjadi salah satu komponen utama dalam pencapaian tersebut.
Di sisi lain, realisasi investasi dalam negeri sebesar Rp36,7 triliun turut memperkuat posisi Jawa Barat dalam persaingan penanaman modal antardaerah.
Dengan capaian tertinggi secara nasional pada triwulan III 2026, Jawa Barat mempertahankan posisinya sebagai tujuan utama investasi sekaligus melanjutkan upaya mencapai target penanaman modal sepanjang tahun.





Komentar (0)