BPGMN targetkan perbaikan dan pembangunan 7.000 sumur bor pada 2027

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) menargetkan untuk memperbaiki dan membangun sekitar 7.000 sumur bor di ekosistem gambut sampai dengan 2027 salah satu langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Kepala BPGMN Mayjen TNI Sriyanto ditemui usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, menjelaskan sebagai bagian dari upaya memastikan kebasahan ekosistem gambut, pihaknya telah mengidentifikasi keberadaan sumur bor yang ada saat ini dan wilayah yang membutuhkan.

"Hampir semua sumur bor yang dibangun itu sudah rusak. Nah kita sudah punya target dengan memperdayakan semua sumber bor yang ada. Jadi kita di tahun 2027 harapan kita semua kebutuhan sumur bor itu bisa kita selesaikan. Jadi jumlahnya yang sudah kita identifikasi hampir 7.000 sumur bor," kata Sriyanto.

Dia menjelaskan pembangunan akan melibatkan berbagai pihak untuk perbaikan dan pembangunannya termasuk melibatkan TNI, secara khusus Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) mengingat satuan itu tersebar di semua kabupaten dan memiliki alat berat serta personel yang mumpuni untuk mendukung pembangunan sumur bor.

Tidak hanya itu, BPGMN juga akan membangun sekat kanal di ekosistem gambut yang ditargetkan dapat diselesaikan pada pertengahan 2028. Untuk pembangunannya, BPGMN sudah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan konsesi untuk menggunakan dana corporate social responsibility (CSR).

"Ini sudah kita bangun ya komunikasinya, dan minggu depan kita ada seperti konsolidasi nasional di Palembang," tuturnya.

Koordinasi juga akan dilakukan dalam forum itu yang melibatkan kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kita jadikan satu, kita jadikan integrasi data, sehingga pemantauan itu kurang lebih sama lah, di titik yang sama dengan masalah yang kurang lebih sama, kemudian pendekatannya ya kita harapkan itu sesuai dengan realita," demikian Sriyanto.

Baca juga: Pakar: RPPEG penting guna cegah kerusakan dan kebakaran lahan gambut

Baca juga: Ikhtiar untuk mengakhiri siklus tahunan karhutla

Baca juga: 502 hektare lahan karhutla di enam provinsi prioritas pemadaman




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kim Jong Un Muncul Usai Diisukan Meninggal Akibat Pendarahan Otak
• 9 jam lalu
0
thumb
BBC Tutup Dua Saluran TV dan Satu Radio untuk Penghematan Biaya
• 6 jam lalu
0
thumb
Foto: Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Pemalsuan Beras Fortifikasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Inara Rusli Berharap Bisa Damai dengan Wardatina Mawa, Ajak Turunkan Ego demi Masa Depan Anak
• 14 jam lalu
0
thumb
Catatan SMRC soal Penegakan Hukum di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.