Prabowo Sebut Swasembada Pangan Jadi Prestasi Utama Dua Tahun Pemerintahan di Tengah Ancaman Krisis Global

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyebut keberhasilan mencapai swasembada pangan sebagai salah satu prestasi paling utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir karena dinilai mampu memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

"Prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, pencapaian swasembada pangan dalam waktu relatif singkat menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bahan pangan.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini menghadapi berbagai ketidakpastian yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan pangan antarnegara.

Meski demikian, ia menilai Indonesia masih mampu menjaga kondisi pangan nasional tetap terkendali melalui penguatan produksi dalam negeri.

Presiden Prabowo menekankan bahwa ketersediaan pangan merupakan salah satu faktor paling penting dalam menjaga ketahanan, kemandirian, dan stabilitas suatu negara.

Prabowo Ingatkan Pangan Bisa Menjadi Senjata dalam Krisis Global

Presiden Prabowo menilai pangan tidak lagi hanya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga merupakan komoditas strategis yang dapat memengaruhi hubungan dan kepentingan antarnegara.

"Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata," katanya.

Menurut Presiden Prabowo, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri dapat menimbulkan persoalan serius apabila terjadi krisis global yang mengganggu perdagangan internasional.

Dalam situasi krisis, negara-negara pemasok pangan belum tentu mampu atau bersedia memenuhi kebutuhan negara lain karena harus mengutamakan kepentingan domestiknya.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa kemampuan finansial suatu negara untuk membeli pangan dari pasar internasional tidak selalu menjamin tersedianya komoditas yang dibutuhkan.

Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemampuan produksi pangan nasional agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Presiden Prabowo memandang swasembada pangan sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap perdagangan pangan internasional sekaligus meningkatkan kemandirian nasional.

Dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan melalui produksi dalam negeri, Indonesia diharapkan memiliki daya tahan lebih kuat ketika menghadapi gangguan distribusi maupun gejolak ekonomi global.

Indonesia Capai Swasembada Pangan Meski Hadapi Kekeringan Panjang

Presiden Prabowo turut menyoroti bahwa pencapaian swasembada pangan dilakukan ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan iklim dan kondisi cuaca yang tidak mudah.

Salah satu tantangan yang disebutkan Kepala Negara adalah kekeringan yang berlangsung cukup panjang sepanjang 2025 dan 2026.

Selain kekeringan, pemerintah juga menghadapi fenomena El Nino yang dapat memengaruhi pola cuaca, ketersediaan air, dan kegiatan produksi pertanian nasional.

Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena Indonesia dinilai tetap mampu mencapai swasembada pangan meskipun menghadapi tekanan kondisi iklim tersebut.

"Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan di musim yang sangat sulit. 2025, 2026 kekeringan cukup panjang. Kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Kita sudah punya kontingensi-kontingensi," ujarnya menerangkan.

Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan di tengah kondisi cuaca yang sulit menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memperkuat ketahanan nasional.

Ia menilai pencapaian tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat dipenuhi meskipun terjadi gangguan iklim.

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi El Nino dan La Nina

Selain menyoroti keberhasilan swasembada pangan, Presiden Prabowo memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah kontingensi untuk menghadapi kemungkinan gangguan iklim berikutnya.

Langkah antisipasi tersebut mencakup kesiapan menghadapi fenomena El Nino maupun La Nina yang dapat memberikan dampak berbeda terhadap kondisi cuaca dan kegiatan pertanian.

Fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah, sedangkan La Nina dapat meningkatkan curah hujan dan memicu gangguan terhadap aktivitas pertanian.

Pemerintah menyiapkan langkah kontingensi tersebut untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah perubahan kondisi iklim.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemampuan menghadapi berbagai tantangan cuaca menjadi bagian penting dalam mempertahankan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Melalui langkah antisipasi tersebut, pemerintah berharap produksi pangan dalam negeri tetap mampu memenuhi kebutuhan nasional meskipun menghadapi tekanan perubahan iklim.

Swasembada Pangan Dinilai Perkuat Ketahanan Nasional

Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tahan Indonesia terhadap berbagai krisis.

Kemandirian dalam penyediaan pangan dinilai dapat mengurangi kerentanan Indonesia terhadap gangguan rantai pasok dan distribusi komoditas pangan internasional.

Dengan kemampuan produksi dalam negeri yang lebih kuat, Indonesia diharapkan tidak terlalu bergantung pada keputusan negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Presiden Prabowo juga menilai ketahanan pangan yang kuat dapat memberikan perlindungan lebih besar bagi Indonesia ketika menghadapi gejolak ekonomi maupun ketidakpastian global.

"Dengan swasembada pangan relatif kita punya daya tahan," imbuh Presiden Prabowo.

Kepala Negara menempatkan pencapaian swasembada pangan sebagai salah satu keberhasilan utama dua tahun pemerintahannya karena dinilai mampu memperkuat kemandirian nasional, menjaga ketersediaan pangan, serta meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Anak Konsumsi MPASI Kemasan, Apakah Termasuk Ultra Processed Food?
• 5 jam lalu
0
thumb
KPK Tegaskan Nusron Wahid Tak Dicekal ke Luar Negeri: Masih Berstatus Saksi
• 3 jam lalu
0
thumb
Ketua DPD RI sebut kepedulian lingkungan harus ditanamkan sejak dini
• 5 jam lalu
0
thumb
Zelensky Tuding Trump Tekan Ukraina agar Menyerah, Rudal Patriot Tertahan
• 8 jam lalu
0
thumb
PT DI: Pesawat N219 seratus persen karya anak bangsa
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.