Prabowo sebut sumber energi bantu RI tekan impor BBM

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyoroti pengembangan energi berbasis sumber daya domestik sebagai salah satu capaian dan agenda strategis pemerintahannya dalam dua tahun terakhir.

Menurut dia, pemerintah mendorong pemanfaatan biodiesel dan bioetanol untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

"Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batubara kita masih banyak, geotermal kita banyak yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman," kata Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Kepala Negara menjelaskan kenaikan harga minyak dunia menjadi tantangan bagi Indonesia. Namun ia menilai Indonesia memiliki sumber energi domestik yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mulai dari batu bara hingga panas bumi atau geotermal.

Selain mengandalkan sumber energi tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pengembangan bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman.

Menurut dia, pemanfaatan biodiesel menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM berbasis fosil dari luar negeri.

Ia menyebut Indonesia telah mencapai implementasi biodiesel B50, yakni bahan bakar dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak sawit dan 50 persen solar berbasis fosil.

"Kita sudah mencapai B50 dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi E-50," katanya.

Presiden Prabowo mengatakan pengembangan bioetanol akan dilakukan secara bertahap.

Pemerintah menargetkan campuran etanol dalam bahan bakar mencapai E10 pada tahun ini, kemudian meningkat menjadi E20 dalam dua tahun berikutnya, sebelum diarahkan menuju E50 pada dua tahun setelahnya.

“Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin dua tahun lagi kita akan berharap mencapai E20 dan dua tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E-50," terang Presiden Prabowo.

Menurut dia, apabila target penggunaan biodiesel B50 dan bioetanol E50 dapat tercapai, Indonesia berpeluang mengurangi secara signifikan kebutuhan impor BBM.

"Pada saat kita E-50 dan B-50, kita insya Allah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," katanya.

Baca juga: Prabowo akan pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Rabu sore

Baca juga: Di SKP, Prabowo soroti dampak perubahan cuaca dan risiko bencana


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Luhut Binsar Pandjaitan: Pemerintah Pada Ujungnya Tidak Memberi Subsidi Produk Lagi
• 15 jam lalu
0
thumb
Jadi Penyangga Ekonomi, Industri Mamin Hadapi Tantangan Bahan Baku hingga Harga Gas Industri
• 5 jam lalu
0
thumb
​Niat Maling Toko Sembako, Bandar Malah Kepergok Bawa Sabu!
• 11 jam lalu
0
thumb
Di Tengah Kenangan GBH dan Memori Juara Bersama PSM Makassar, Bernardo Tavares Ditekan Bawa Persebaya Menang
• 2 menit lalu
0
thumb
Wali Kota Makassar Dorong Guru Kuasai Koding dan AI, Tekankan Pentingnya Adaptasi Teknologi
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.