Di Tengah Kenangan GBH dan Memori Juara Bersama PSM Makassar, Bernardo Tavares Ditekan Bawa Persebaya Menang

harianfajar
56 menit lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Bernardo Tavares akan kembali menginjak rumput Stadion Gelora BJ Habibie, tetapi kali ini bukan untuk membawa PSM Makassar meraih kemenangan melainkan memimpin Persebaya Surabaya mencuri tiga poin dari mantan klubnya.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada pekan keenam Super League 2026/2027, Kamis (22/10/2026), dalam pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan kepentingan berbeda.

Bagi PSM Makassar, laga kandang ini menjadi momentum penting untuk melanjutkan kepercayaan diri setelah meraih kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada pekan sebelumnya.

Sementara bagi Persebaya, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertahankan rekor belum terkalahkan sekaligus menebus kegagalan meraih kemenangan ketika menjamu PSS Sleman.

Green Force datang ke Makassar dengan catatan lima pertandingan tanpa kekalahan setelah mengoleksi dua kemenangan dan tiga hasil imbang.

Namun, hasil positif tersebut tidak membuat Tavares datang dengan rasa percaya diri berlebihan karena dia justru melihat banyak ancaman yang harus diantisipasi anak asuhnya.

Pelatih asal Portugal itu menilai PSM Makassar memiliki lima kekuatan utama yang dapat menyulitkan Persebaya, yakni agresivitas, intensitas permainan, transisi ofensif, situasi set-piece, serta kemampuan memenangkan bola kedua.

Kelima aspek tersebut menjadi perhatian utama Tavares karena PSM dinilai memiliki kemampuan untuk menciptakan tekanan dari berbagai situasi pertandingan.

“PSM Makassar adalah tim yang kuat, ini akan menjadi pertandingan kandang pertama dengan suporter, jadi kami harus fokus sejak menit pertama sampai akhir,” kata Tavares, Rabu (21/10/2026).

Tavares memahami bahwa PSM akan mendapatkan energi tambahan dari dukungan suporter yang untuk pertama kalinya hadir langsung dalam pertandingan kandang musim ini.

Atmosfer tersebut berpotensi membuat Juku Eja bermain lebih agresif sejak awal, sehingga Persebaya harus mampu meredam tekanan tanpa kehilangan struktur permainan.

Menurut Tavares, agresivitas PSM menjadi salah satu faktor yang paling harus diantisipasi karena permainan dengan intensitas tinggi dapat memaksa lawan melakukan kesalahan.

Persebaya pun dituntut mampu keluar dari tekanan dengan tenang sekaligus menjaga sirkulasi bola agar tidak terus berada dalam situasi bertahan.

Ancaman berikutnya datang dari transisi ofensif yang menjadi salah satu karakter permainan PSM.

Ketika kehilangan bola, Persebaya harus segera melakukan transisi bertahan karena pemain PSM dinilai memiliki kemampuan untuk mengubah penguasaan bola menjadi serangan dalam waktu singkat.

Kesalahan dalam mengantisipasi transisi dapat membuka ruang bagi pemain tuan rumah untuk menyerang pertahanan Green Force yang sedang tidak berada dalam posisi ideal.

Tavares juga memberikan perhatian khusus terhadap situasi set-piece karena bola mati dapat menjadi sumber peluang berbahaya bagi PSM.

Persebaya harus memiliki organisasi pertahanan yang kuat ketika menghadapi tendangan bebas maupun sepak pojok agar tidak memberikan ruang kepada pemain lawan.

Selain itu, duel bola kedua juga menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan karena memenangkan duel pertama belum berarti ancaman PSM telah berakhir.

Bola pantulan yang tidak segera diamankan dapat kembali menjadi milik pemain PSM dan menciptakan gelombang serangan berikutnya.

“PSM Makassar adalah tim yang agresif, intensitas tinggi, dengan pemain yang dapat memutuskan dalam transisi ofensif, set-piece, dan bola kedua,” imbuh Tavares.

Peringatan tersebut menjadi gambaran betapa seriusnya Tavares mempersiapkan Persebaya untuk menghadapi laga yang menurutnya tidak akan mudah.

Namun, di balik seluruh persiapan teknis tersebut, pertandingan di Parepare juga membawa cerita personal bagi Tavares.

PSM Makassar merupakan klub yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier Tavares di Indonesia setelah dia pernah menangani Juku Eja dan membawa klub tersebut meraih gelar juara.

Memori tersebut membuat kembalinya Tavares ke markas PSM bukan sekadar pertandingan biasa karena dia akan bertemu dengan klub, pemain, dan suporter yang pernah menjadi bagian dari perjalanan suksesnya.

Sambutan hangat dari pendukung PSM bahkan membuat Tavares terharu karena hubungan emosional yang terbangun selama berada di Makassar masih terasa hingga sekarang.

Namun, seluruh kenangan tersebut harus dikesampingkan selama 90 menit karena Tavares kini memiliki tanggung jawab berbeda bersama Persebaya.

Dia harus membawa Green Force menghadapi klub yang pernah dibawanya berjaya sekaligus memastikan kenangan indah tersebut tidak mengganggu fokus dalam mengejar kemenangan.

Tekanan terhadap Tavares juga datang dari situasi Persebaya setelah pertandingan melawan PSS Sleman.

Green Force sebenarnya memiliki peluang mengamankan tiga poin di Stadion Gelora Bung Tomo, tetapi harus puas bermain 2-2 setelah dua kali tertinggal dan diselamatkan dua gol Miguel Pereira.

Gol kedua Miguel pada menit ke-90+1 memang menghindarkan Persebaya dari kekalahan, tetapi hasil tersebut tetap meninggalkan rasa kecewa karena kemenangan di kandang gagal diamankan.

Kini, Persebaya harus menghadapi PSM hanya beberapa hari setelah pertandingan tersebut.

Green Force bertolak menuju Makassar pada Selasa (20/10/2026), sedangkan pertandingan melawan PSM digelar Kamis (22/10/2026).

Kondisi tersebut membuat waktu pemulihan menjadi persoalan yang cukup serius bagi Tavares.

Di sisi lain, PSM datang dengan kondisi yang lebih menguntungkan setelah bermain lebih awal dan meraih kemenangan tandang atas PSIM Yogyakarta.

Tavares menilai tuan rumah memiliki waktu yang lebih panjang untuk memulihkan kondisi pemain sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi Persebaya.

“Pada momen ini, kami berada di momen yang berbeda, PSM Makassar datang dari kemenangan di luar, memiliki lebih banyak waktu daripada kami untuk memulihkan pemain dan mempersiapkan pertandingan,” jelasnya.

Persebaya justru harus menghabiskan sebagian waktu persiapannya untuk mengembalikan kondisi fisik pemain setelah pertandingan melelahkan melawan PSS.

“Sayangnya, kami baru saja melakukan pemulihan karena kami tidak punya waktu untuk mempersiapkan pertandingan dengan baik,” papar Tavares.

Situasi tersebut membuat Tavares harus mengambil keputusan secara hati-hati dalam menentukan pemain yang akan diturunkan.

Kondisi kebugaran setiap pemain menjadi pertimbangan penting karena strategi yang bagus tidak akan berjalan maksimal apabila pemain tidak mampu mempertahankan intensitas permainan selama 90 menit.

Persebaya juga tidak bisa hanya mengandalkan momentum dua gol Miguel Pereira sebagai solusi di lini depan.

Brace pemain asal Portugal tersebut memang memberikan kepercayaan diri tambahan, tetapi Persebaya tetap membutuhkan kontribusi pemain lain agar serangan Green Force tidak mudah dibaca lawan.

Tavares harus memastikan keseimbangan antara keberanian menyerang dan kedisiplinan bertahan karena PSM memiliki kemampuan memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan ketika kehilangan bola.

Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian bagi kemampuan Persebaya mempertahankan konsistensi di tengah jadwal yang padat.

Rekor lima pertandingan tanpa kekalahan menjadi modal penting, tetapi catatan tersebut tidak akan berarti jika Green Force gagal menjaga fokus menghadapi tekanan PSM.

Tavares pun meminta anak asuhnya untuk tidak terlena dengan hasil positif yang telah diraih pada lima pertandingan sebelumnya.

“Ini adalah pertandingan yang sulit bagi Persebaya, dan kami harus fokus sejak menit pertama sampai akhir jika kami ingin membuat pertandingan yang bagus dan mengumpulkan poin,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi sangat penting karena PSM diperkirakan tampil agresif sejak awal dengan dukungan penuh suporter di belakang mereka.

Persebaya harus mampu bertahan dari tekanan awal, mengelola tempo permainan, dan memanfaatkan setiap peluang yang didapat untuk menjaga kans membawa pulang poin.

Bagi Tavares, kemenangan di Makassar akan memiliki makna lebih dari sekadar tambahan tiga poin.

Kemenangan tersebut dapat memperpanjang rekor tak terkalahkan Persebaya sekaligus menjadi pembuktian bahwa Green Force mampu melewati pertandingan sulit dengan persiapan yang terbatas.

Lebih dari itu, kemenangan di Stadion Gelora BJ Habibie akan menjadi cerita tersendiri bagi Tavares karena dia harus mengalahkan klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Kenangan tentang gelar juara bersama PSM, sambutan suporter, dan atmosfer Makassar untuk sementara harus dikesampingkan ketika pertandingan dimulai.

Tavares kini datang dengan misi berbeda, yakni membawa Persebaya pulang dengan tiga poin dan menjaga Green Force tetap berada dalam persaingan papan atas Super League 2026/2027.

Dengan lima kekuatan PSM yang telah dipetakan, waktu persiapan yang terbatas, serta tekanan atmosfer kandang, Tavares dituntut menemukan formula terbaik agar Persebaya tidak kehilangan rekor tak terkalahkan.

Pertandingan ini pada akhirnya bukan hanya tentang pertemuan Tavares dengan masa lalunya, tetapi juga tentang bagaimana dia membawa Persebaya menghadapi masa depan dengan kemenangan di markas mantan klubnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Andre Rosiade Minta PBPI Lebih Profesional: Jangan Rugikan Klub Tertentu
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemkot Surabaya Minta Warga Berhenti Sebarkan Identitas ABH Kasus Bullying
• 5 jam lalu
0
thumb
PM Albania Tuduh Asing di Balik Demo Besar Berujung Rusuh
• 9 jam lalu
0
thumb
Boeing Bersiap Kirim 737 MAX 10 ke Pembeli usai Terima Sertifikasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Komisi X Soroti Anak SD Belum Lancar Baca, Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.