Jadi Penyangga Ekonomi, Industri Mamin Hadapi Tantangan Bahan Baku hingga Harga Gas Industri

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Industri makanan dan minuman (mamin) tumbuh 6,51 persen pada triwulan II 2026.

Jadi Penyangga Ekonomi, Industri Mamin Hadapi Tantangan Bahan Baku hingga Harga Gas Industri. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Industri makanan dan minuman (mamin) tumbuh 6,51 persen pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas 5,32 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,2 persen.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menilai industri makanan dan minuman berperan penting dalam menopang ekonomi nasional. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya produk mamin yang telah menembus pasar global.

Baca Juga:
Kemenperin Nilai Industri Mamin RI Punya Prospek Cerah, Ini Buktinya

“Industri makanan dan minuman kita sedang sangat baik dan menjadi penyangga bagi industri nasional. Produk-produk Indonesia juga semakin diminati di luar negeri, mulai dari biskuit hingga mi instan yang banyak kita jumpai di berbagai negara,” ujarnya dalam Pembukaan Pameran industri pengemasan dan pengolahan ALLPack Indonesia 2026, dikutip Rabu (21/10/2026).

Meski demikian, Sarmuji menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu mendapat perhatian, terutama terkait pasokan dan harga gas industri serta ketersediaan bahan baku. Kepastian pasokan dan stabilitas biaya dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan daya saing industri.

Baca Juga:
LPEI Suntik Pendanaan Rp50 Miliar, Pabrik Mamin di Gresik Bisa Ekspor ke 55 Negara

Sarmuji menambahkan, ALLPACK Indonesia Expo 2026 memperlihatkan perkembangan positif dalam penerapan teknologi modern dan prinsip ekonomi sirkular di sektor industri. 

“Saya juga melihat beberapa peserta pameran yang sudah memproduksi barang-barang hasil daur ulang. Ini menunjukkan bahwa industri mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular,” katanya.

Baca Juga:
20 Saham Top Gainer Perdagangan Mei 2026, Didominasi Sektor Properti dan Mamin

Ia menegaskan pengembangan industri kemasan ke depan harus memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

“Kita terus mendorong agar industri kemasan semakin peduli terhadap isu lingkungan hidup dan kesehatan,” kata Sarmuji.

Pada kesempatan yang sama, CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan, ALLPack Indonesia 2026 memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan industri nasional melalui akses terhadap teknologi, inovasi, dan peluang kerja sama global. Pameran ini tidak hanya menjadi tempat bertemunya pelaku industri, tetapi juga mendorong lahirnya solusi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri.

"Dengan mempertemukan pelaku usaha, produsen, dan penyedia teknologi dari dalam maupun luar negeri, ALLPack Indonesia 2026 membuka peluang investasi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong industri Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di pasar global,” ujar Daud.

Pameran ALLPack Indonesia 2026, menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara, termasuk 10 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), yang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, distributor, dan pembeli dalam satu ekosistem bisnis. Pameran ini diselenggarakan pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pasar Modal Tertekan Isu MSCI, BI Pantau Outflow dan Dorong Arus Modal Masuk
• 1 jam lalu
0
thumb
Pebulu Tangkis di Indonesia Masters Apresiasi Fasilitas GOR Djarum Kudus
• 6 jam lalu
0
thumb
DEN Minta Reformasi Pasar Modal Dilanjutkan untuk Respons MSCI
• 6 jam lalu
0
thumb
DLH Jatim Sebut Kualitas Udara Surabaya Didominasi Kategori Sedang
• 4 jam lalu
0
thumb
Tinjau Operasional KDMP, Ahmad Luthfi Pastikan Manfaatnya bagi Warga
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.