PDI Perjuangan mulai membuka jangkauan Sekolah Partai lebih luas dengan melibatkan generasi muda di luar kader partai. Langkah ini dilakukan agar anak muda lebih mengenal pendidikan politik dan memahami sejarah bangsa.
Kepala Sekolah Partai PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, mengatakan selama ini Sekolah Partai terkesan elitis karena hanya diperuntukkan bagi kalangan internal partai dan kelompok tertentu. Karena itu, ia ingin mengubah pandangan tersebut dengan membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal Sekolah Partai.
Hal itu disampaikan Komarudin dalam agenda Muda-Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan yang turut dihadiri mahasiswa dari berbagai daerah.
“Ya kalau selama ini kan terkesan sekolah partai itu elitis, ya, untuk orang partai saja, untuk kelas tertentu saja. Kebetulan saya, Ibu (Megawati Soekarnoputri) tugaskan jadi Kepala Sekolah selama 5 tahun ke depan. Dan pasukan ini, ini sekretaris umum, ini bendahara. Jadi kita mulai membuka diri untuk sekolah partai lebih luas jangkauannya,” kata Komarudin di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).
“Karena kita sadar betul bahwa masa depan Indonesia itu ada di generasi muda. Jadi kalau sampai generasi mudanya tidak tertarik dengan politik, itu menjadi masalah serius. Termasuk kamu juga nanti sekolah, sekolah di sini,” lanjutnya.
Komarudin menegaskan, keterlibatan generasi muda dalam Sekolah Partai tidak semata-mata bertujuan untuk menarik mereka menjadi anggota PDIP. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa.
“Kita undang pertama itu masih umum saja, bebas saja, karena yang paling penting itu bukan PDI Perjuangannya, tapi perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega itu harus diwariskan kepada generasi penerus. Di situ ada nilai, ya. Perjuangan itu yang harus diteruskan,” ungkap Komarudin.
“Di sana kita belajar bagaimana Pancasila, dasar negara, supaya jangan kita buat pelanggaran terhadap konstitusi, kan? Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada yang jatuh dari langit. Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, harus siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu,” sambungnya.
Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui kesinambungan perjuangan politik yang dibawa Soekarno, dilanjutkan Megawati, hingga kemudian diwariskan melalui pendidikan di Sekolah Partai.
“Tapi pertama begini dulu. Prinsip pertama, perkenalkan mereka dulu. Kan PDI Perjuangan ini melanjutkan perjuangan Bung Karno. Bung Karno dilanjutkan oleh Ibu Mega. Ibu Mega sekarang dilanjutkan oleh sekolah-sekolah partai. Nah, ini kita sosialisasikan itu dulu,” katanya.
“Terserah mereka kemudian tertarik masuk PDI Perjuangan itu tidak masalah. Tapi jangan sampai mereka sebagai bangsa tidak mengerti sejarah bangsanya sendiri, itu sebenarnya poinnya,” tambah dia.
Jembatani Kesenjangan GenerasiKomarudin menyoroti adanya kesenjangan atau gap antara kalangan elite politik dan generasi muda. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat anak muda semakin apatis terhadap politik apabila tidak ada ruang pertemuan dan komunikasi antara kedua kelompok.
“Nah, itu makanya sekarang kita karena ada gap ini, kita buka gap-nya supaya ketemu kan di situ. Yang menjadi masalah kalau kita yang tua tetap bertahan, yang muda tetap apatis terhadap keadaannya. Ini yang kita lagi buka jalan untuk kita duduk sama-sama karena masa depan bangsa ini ada di tanganmu, bukan ada di tangan saya lagi,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Umum Sekolah Partai PDI Perjuangan, Nida Zidny Paradise, mengatakan kegiatan Muda-Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan menjadi langkah awal untuk memperluas fungsi pendidikan partai.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia hadir setelah mendaftar secara daring dan melalui proses kurasi peserta. Selain mahasiswa, kegiatan itu juga diikuti sejumlah kreator konten dari wilayah Jabodetabek.
“Ini adalah titik awal kami bahwa sekolah partai bukan hanya untuk pendidikan persiapan elektoral saja, tapi juga sebagai implementasi amanah dari partai politik untuk memberikan edukasi demokrasi yang benar kepada masyarakat dan mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Nida menjelaskan, Sekolah Partai terbuka bagi siapa saja yang ingin hadir dan terlibat dalam kegiatan diskusi maupun pembelajaran.
“Pada prinsipnya, kami adalah satu rumah besar PDI Perjuangan. Jadi monggo, silakan siapa saja bisa datang, bisa hadir di sini, berkontribusi, berdiskusi, berkreasi, belajar bersama-sama di Rumah Besar PDI Perjuangan. Silakan,” kata dia.






Komentar (0)